Tangani Konflik Myanmar, RI Adopsi Diplomasi Senyap
Sementara itu untuk fokus Kedua, hal yang terus disuarakan oleh Indonesia selama melakukan engagement, adalah menyuarakan pentingnya segera dihentikan penggunaan kekerasan.
Retno menuturkan bahwa semua prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar, yang telah memakan korban sipil cukup banyak. Indonesia sebagai Ketua Asean pu mengecam keras penggunaan kekerasan, yang mengakibatkan makin banyak korban sipil berjatuhan.
“Kekerasan harus dihentikan, saya ulangi kekerasan harus segera dihentikan. Tanpa dihentikannya kekerasan, maka tidak akan ada perdamaian di Myanmar. Dan keselamatan rakyat Myanmar harus terus menjadi perhatian kita semua,” katanya menegaskan.
Sedangkan hal Ketiga, terkait bantuan kemanusiaan. Di mana bantuan ini juga mendat dari 5PC, dan bantuan kemanusiaan ini dikoordinir oleh sekjen Asean yang dijalankan oleh AHA Centre. Terdapat dua tahap bantuan kemanusiaan, yang mana tahap pertama terkait life saving telah selesai dilakukan, karena terkait dengan bantuan penanggulangan Covid-19.
Namun untuk tahap kedua, terkait life sustaining ini sempat mengalami hambatan akibat kurangnya akses ke AHA Centre untuk menjangkau penduduk yang memerlukan, terutama di wilayah-wilayah di luar kontrol militer Myanmar.
Perkembangan di bidang kemanusiaan, dikatakan oleh Retno, masih terus berproses sampai saat ini. Ia mengaku akan kembali berkomunikasi dengan stakeholders di Myanmar agar proses bantuan kemanusiaan dapat dilakukan sesuai dengan pembicaraan-pembicaraan yang sudah dilakukan selama empat bulan ini.
“Saya akan melakukan komunikasi dengan stakeholders untuk memastikan bahwa ada kemajuan di bidang pemberian bantuan kemanusiaan. Chair akan terus memantau perkembangan dan melakukan komunikasi dengan AHA Centre sampai pada hari-hari terakhir menjelang KTT. Dan tentunya semua perkembangan akan dilaporkan di KTT ke-42 nanti,” ujar Retno.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



