Jumat, 15 Mei 2026

Tangani Konflik Myanmar, RI Adopsi Diplomasi Senyap

Penulis : Happy Amanda Amalia
6 Mei 2023 | 00:42 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Masudi saat acara press biefing di Jakarta, pada Jumat (05/05/2023). Indonesia memastikan tiga pilar utama keketuaannya di ASEAN 2023 menjadi hasil yang konkret dan bisa diterapkan oleh masing-masing negara anggota dalam jangka panjang. (Foto: Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Masudi saat acara press biefing di Jakarta, pada Jumat (05/05/2023). Indonesia memastikan tiga pilar utama keketuaannya di ASEAN 2023 menjadi hasil yang konkret dan bisa diterapkan oleh masing-masing negara anggota dalam jangka panjang. (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi mengatakan, telah memutuskan untuk melakukan pendekatan non-megaphone diplomacy atau diplomasi senyap dalam menangani konflik di Myanmar. Pendekatan, yang disambut baik oleh semua pihak – termasuk stakeholders/pemangku kepentingandi Myanmar ini bertujuan memberi ruang bagi para pihak untuk membangun trust, dan lebih terbuka dalam berkomunikasi.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Retno bahwa non-megaphone diplomacy bukan berarti Indonesia tidak melakukan apa pun. Sebaliknya yang terjadi adalah dalam 4 bulan ini, Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak hal, yang diharapkan menjadi modal bagi upaya selanjutnya.

“Fokus kita saat ini adalah, Pertama, melakukan engagements dengan sebanyak mungkin stakeholders. Teman-teman ingat, ini merupakan mandat 5PC. Dan selama 4 bulan ini, kita telah melakukan lebih dari 60 kali engagements dengan berbagai pihak di Myanmar. Engagements dilakukan baik dalam bentuk in-person virtual maupun kunjungan lapangan,” ujar Retno yang dikutip dari kegiatan press briefing di Jakarta, pada Jumat (5/5/2023).

ADVERTISEMENT

Adapun sejumlah engagements dilakukan dengan berbagai stakeholders, seperti SAC, NUG, EAOs; juga dengan negara kunci/tetangga seperti India, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Jepang, Thailand; dan juga dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Banyak sekali negara kunci dan negara tetangga yang kita engage. Dalam engagements, kita melakukan atau mendorong untuk segera dilakukan dialog nasional yang inklusif. Namun teman-teman, harus diakui bahwa perbedaan posisi di antara mereka, para stakeholders, yang ada di Myanmar masih cukup lebar dan dalam,” kata Retno.

Meski demikian, lanjut Menlu RI, Indonesia tidak akan menyerah sebagai chair, dan akan terus mencoba memainkan peran sebagai jembatan dari berbagai perbedaan, juga bakal terus melakukan engagements.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 56 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia