Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Yellen Tegas AS Bisa Kehabisan Uang untuk Bayar Utang Juni

Penulis : Grace El Dora
16 Mei 2023 | 07:25 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal berbicara kepada pers setelah mengadakan pertemuan bilateral di Gedung Departemen Keuangan AS di Washington, D.C., AS pada 13 April 2023. (Foto: Ken Cedeno / Reuters)
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal berbicara kepada pers setelah mengadakan pertemuan bilateral di Gedung Departemen Keuangan AS di Washington, D.C., AS pada 13 April 2023. (Foto: Ken Cedeno / Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menegaskan kembali kepada Kongres bahwa Amerika bisa gagal bayar utangnya paling cepat 1 Juni 2023.

“Dengan informasi tambahan yang sekarang tersedia, saya menulis untuk dicatat kami masih memperkirakan Departemen Keuangan kemungkinan tidak akan lagi dapat memenuhi semua kewajiban pemerintah jika Kongres tidak bertindak untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang pada awal Juni, dan berpotensi sebagai paling cepat 1 Juni,” tulisnya, Selasa (16/5).

Pernyataan itu disampaikan ketika Gedung Putih dan para pemimpin kongres bersiap untuk bertemu hari ini, untuk melanjutkan negosiasi mengenai potensi pemotongan belanja sebagai imbalan atas pengesahan kenaikan pagu utang DPR.

ADVERTISEMENT

Senat mayoritas Demokrat diperkirakan mendukung apa pun yang dinegosiasikan Gedung Putih dengan DPR yang dikendalikan GOP (sebutan untuk Partai Republik).

Dalam beberapa hari terakhir, laporan yang saling bertentangan telah muncul tentang apakah negosiator membuat kemajuan.

Presiden AS Joe Biden terdengar optimis akhir pekan lalu tentang mencapai kesepakatan dengan Partai Republik untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang pada waktunya, demi menghindari kejatuhan ekonomi bahkan dari potensi gagal bayar (default) utang AS.

“Saya benar-benar berpikir ada keinginan di pihak mereka, juga kami, untuk mencapai kesepakatan, dan saya pikir kami akan mampu melakukannya," kata Biden dilansir dari CNBC, Minggu (14/5) di Delaware. Dia menambahkan, dirinya tetap optimis karena ia adalah “seorang optimis bawaan”.

Tapi optimisme itu tidak cocok di sisi lain meja perundingan.

“Saya masih berpikir kita berjauhan. Sepertinya saya belum menginginkan kesepakatan,” kata McCarthy kepada NBC News pada Senin (15/5) di luar Capitol.

Seperti yang dia lakukan dalam surat sebelumnya kepada Kongres, menteri keuangan (menkeu) menggarisbawahi urgensi situasi tersebut.

“Menunggu hingga menit terakhir untuk menangguhkan atau menaikkan batas utang dapat menyebabkan kerugian serius bagi kepercayaan bisnis dan konsumen, meningkatkan biaya pinjaman jangka pendek untuk pembayar pajak, dan berdampak negatif pada peringkat kredit Amerika Serikat,” tulis Yellen.

Faktanya, pihaknya telah melihat biaya pinjaman Treasury meningkat secara substansial untuk sekuritas yang jatuh tempo pada awal Juni 2023.

Pertemuan Selasa antara Biden, Ketua DPR Kevin McCarthy yang merupakan republikan dari California (R-Calif), Pemimpin Minoritas Hakeem Jeffries yang seorang demokrat dari New York (D-N.Y), Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer demokrat dari New York (D-N.Y), dan Pemimpin Minoritas Mitch McConnell republikan dari Kentucky (R-Ky), pada awalnya dijadwalkan pada Jumat (12/5).

Tetapi pertemuan itu ditunda hingga Selasa agar memberikan lebih banyak waktu kepada para ajudan untuk berbicara.

Surat baru itu juga datang hanya beberapa hari setelah panduan dari Kantor Anggaran Kongres (CBO) yang mengatakan pendapatan pajak dan tindakan darurat setelah 15 Juni dapat memungkinkan pemerintah untuk melanjutkan operasi pembiayaan setidaknya hingga akhir Juli 2023.

“Jika batas utang tetap tidak berubah, ada risiko signifikan di beberapa titik dalam dua minggu pertama Juni pemerintah tidak lagi mampu membayar semua kewajibannya,” kata laporan CBO tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia