Jumat, 15 Mei 2026

Ketegangan Negosiasi Plafon Utang AS Bayangi Wall Street Pekan Ini

Penulis : Grace El Dora
22 Mei 2023 | 09:39 WIB
BAGIKAN
Logo Bursa Efek New York terlihat selama perdagangan sore 13 Oktober 2022 di New York City, Amerika Serikat. (FOTO: Michael M. Santiago / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Logo Bursa Efek New York terlihat selama perdagangan sore 13 Oktober 2022 di New York City, Amerika Serikat. (FOTO: Michael M. Santiago / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

NEW YORK, investor.id – Ketegangan Negosiasi plafon utang pemerintah Amerika Serikat (AS) masih membayangi pergerakan Wall Street Pekan ini. Para trader memantau negosiasi atas plafon utang negara.

Saham naik minggu lalu meskipun ada ketidakpastian pembicaraan di Washington. Nasdaq Composite naik 3,04%, sedangkan S&P 500 naik 1,65%. Dow menambahkan 0,38%.

Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy yang adalah republikan dari California (R-Calif.) akan bertemu Senin (22/5) waktu setempat untuk melanjutkan negosiasi. Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan AS dapat gagal bayar utangnya paling cepat 1 Juni 2023.

Pasar terus menggiling lebih tinggi, dipimpin oleh saham-saham teknologi, bahkan dalam menghadapi potensi gagal bayar utang dan inflasi yang membandel.

ADVERTISEMENT

Strategis Bank of America Savita Subramanian pada Minggu (21/5) menaikkan target akhir tahunnya untuk S&P 500 menjadi 4.300 dari 4.000. Ia mengatakan fokus perusahaan pada efisiensi akan membuat pendapatan lebih stabil dan saham tidak dinilai terlalu tinggi.

“Valuasi saat ini tidak rendah, tetapi jarang rendah selama resesi laba. Pada pendapatan yang disesuaikan secara siklis, valuasi memperdebatkan pengembalian harga sebesar 5% per tahun untuk S&P 500 selama dekade berikutnya,” kata Subramanian dalam sebuah catatan kepada klien, dikutip dari CNBC Senin (22/5).

Musim rilis laporan keuangan perusahaan untuk kuartal I-2023 mereda, tetapi ada beberapa laporan penting dalam beberapa hari mendatang. Zoom Video akan merilis laporannya Senin dan Lowe's serta Dick’s Sporting Goods pada Selasa (23/5).

Pekan ini dijadwalkan rilis sejumlah daftar data ekonomi yang relatif ringan. Ini disorot untuk pembacaan kedua produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2023 pada Kamis (25/5) dan ukuran inflasi pengeluaran konsumsi pribadi pada Jumat (26/5).

Rilis risalah rapat Federal Reserve (Fed) pada Rabu (24/5) juga dapat menjelaskan bagaimana bank sentral berpikir tentang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Trader juga akan mengawasi investor day JPMorgan Chase pada Senin.

Saham Berjangka Dibuka Sedikit Lebih Rendah

Saham berjangka jatuh pada Minggu malam, dengan Dow Jones Industrial Average berjangka berdetak turun 48 poin, atau sekitar 0,1%. S&P 500 berjangka turun sekitar 0,2%, dan Nasdaq 100 berjangka juga turun 0,1%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia