Jumat, 15 Mei 2026

Kanselir Jerman Terang-terangan Dukung Biden untuk Masa Jabatan Kedua

Penulis : Happy Amanda Amalia
22 Mei 2023 | 22:58 WIB
BAGIKAN
Kanselir Jerman Olaf Scholz menyampaikan pidato pada pembukaan pameran perdagangan industri Hanover Messe di HCC Hanover Congress Centrum, Hanover, Jerman pada 16 April 2023. (Foto: Michael Matthey/dpa via AP)
Kanselir Jerman Olaf Scholz menyampaikan pidato pada pembukaan pameran perdagangan industri Hanover Messe di HCC Hanover Congress Centrum, Hanover, Jerman pada 16 April 2023. (Foto: Michael Matthey/dpa via AP)

BERLIN, investor.id – Kanselir Jerman Olaf Scholz secara terbuka mengatakan bahwa ia lebih memilih Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden daripada pendahulunya, Donald Trump. Ia pun berharap Biden akan terpilih kembali untuk masa jabatan kedua.

Pernyataan tersebut disampaikan Scholz pada Senin (22/05/2023), di hadapan para murid sekolah dasar di dekat Berlin. Dalam kesempatan itu, ia juga menuduh Trump sebagai pemecah belah dan tindakan itu bakal berdampak buruk tidak hanya bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi Jerman.

“Menurut saya, presiden saat ini lebih baik, jadi saya ingin dia terpilih kembali,” ujarnya menanggapi pertanyaan yang dilontarkan salah seorang murid, yang dilansir Reuters.

ADVERTISEMENT

Ditambahkan oleh Scholz bahwa pengalaman Biden selama bertahun-tahun sebagai pejabat publik berarti dia tahu persis “apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah dunia berperang.”

Menyinggung mengenai Trump, Scholz berkata: “Jika semua orang hanya saling bermusuhan, maka tidak akan ada masa depan yang baik, dan itulah mengapa mantan presiden itu jelas merupakan perpecahan besar di negara ini.”

Gaya bahasa yang disampaikan Scholz itu termasuk hal yang tidak biasa dan mencerminkan bagaimana hubungan bilateral kedua negara yang sering kali tegang selama masa kepresidenan Trump – yang pada saat itu Jerman dipimpin oleh pendahulu Scholz, Angela Merkel dan Scholz menjabat sebagai menteri keuangan.

Sedangkan dari hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan Biden unggul atas calon penantang potensial dari Partai Republik, Donald Trump dan Ron DeSantis, seiring dengan semakin dekatnya pemilihan presiden AS pada November 2024.

Di hadapan murid sekolah dasar itu, Scholz juga mengatakan bahwa Rusia tidak dapat memenangkan perang di Ukraina.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia