Jumat, 15 Mei 2026

Negosiasi Plafon Utang AS Belum Ada Kemajuan

Penulis : Indah Handayani
24 Mei 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
Gedung US Capitol saat matahari terbenam di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat pada 22 November 2019. (Foto: REUTERS/Loren Elliott)
Gedung US Capitol saat matahari terbenam di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat pada 22 November 2019. (Foto: REUTERS/Loren Elliott)

WASHINGTON, investor.id - Perwakilan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan anggota Kongres dari Partai Republik mengakhiri pertemuan negosiasi plafon utang pada Selasa (23/5/2023) tanpa tanda-tanda kemajuan. Padahal, tenggat waktu untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah sebesar US$ 31,4 triliun atau risiko gagal bayar semakin dekat.

Dikutip dari Reuters, kedua pihak tetap terpecah tentang bagaimana mengendalikan defisit federal. Partai Demokrat berpendapat orang Amerika yang kaya dan pebisnis harus membayar lebih banyak pajak. Sementara itu, Partai Republik menginginkan pemotongan pengeluaran.

Negosiator Gedung Putih Shalanda Young, direktur Kantor Manajemen dan Anggaran, dan penasihat senior Gedung Putih Steve Ricchetti, bertemu dengan rekan-rekan Republik mereka selama sekitar dua jam. Mereka pergi tanpa memberikan komentar substantif kepada media.

ADVERTISEMENT

"Kami melakukan diskusi yang sangat baik," kata Ketua DPR AS Kevin Owen McCarthy kepada wartawan.

Menteri Keuangan Janet Yellen telah memperingatkan bahwa pemerintah federal tidak lagi memiliki cukup uang untuk membayar semua tagihannya secepat 1 Juni. Hal itu akan menyebabkan default yang akan memukul ekonomi AS dan mendorong biaya pinjaman lebih tinggi.

Perwakilan Republik Patrick McHenry, yang memimpin Komite Keuangan DPR AS, menegaskan kedua belah pihak masih berselisih tentang pengeluaran dan tidak jelas kapan pembicaraan akan dilanjutkan.

Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebut pembicaraan itu ‘sangat sulit’. Kedua belah pihak harus memahami bahwa mereka tidak akan mendapatkan semua yang mereka inginkan. "Dan apa yang kami coba dapatkan adalah anggaran yang masuk akal, bipartisan, yang dapat dipilih dan disetujui oleh Demokrat dan Republik di DPR dan Senat,” ungkapnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia