Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Yellen: Potensi Gagal Bayar Utang AS Mundur Jadi 5 Juni

Penulis : Indah Handayani
27 Mei 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen di kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, AS pada 13 April 2023. (Foto: AP/Jose Luis Magana)
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen di kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, AS pada 13 April 2023. (Foto: AP/Jose Luis Magana)

WASHINGTON, investor.id — Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Jumat (26/5/2023) mengatakan, pemerintah AS kemungkinan akan memiliki cadangan yang cukup untuk mendorong potensi gagal bayar utang mundur menjadi 5 Juni.

"Kami sekarang memperkirakan Departemen Keuangan akan memiliki sumber daya yang tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban pemerintah jika Kongres tidak menaikkan atau menangguhkan batas utang pada 5 Juni," tulis Yellen dalam surat kepada Ketua DPR Kevin McCarthy dikutip CNBC internasional, Sabtu (27/5/2023).

Tanggal baru tersebut memberikan ruang bernapas yang sangat dibutuhkan untuk negosiasi antara Gedung Putih dan anggota Kongres dari Partai Republik. Kedua pihak yang tampaknya mendekati kesepakatan kompromi untuk menaikkan plafon utang selama dua tahun pada Jumat (26/5/2023).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Yellen memberi tahu Kongres bahwa Amerika Serikat memiliki cukup uang tunai untuk memenuhi kewajibannya hingga ‘awal Juni, dan berpotensi paling cepat 1 Juni’.

Surat tersebut menandai pertama kalinya sejak Yellen mulai mengirimkan pembaruan rutin ke Kongres pada Januari, dengan tidak memperingatkan tanggal dengan frasa seperti ‘sedini mungkin’.

Menkeu Yellen: Potensi Gagal Bayar Utang AS Mundur Jadi 5 Juni
Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP via Getty Images )

Bahkan, Yellen menjelaskan bahwa Departemen Keuangan akan menghasilkan lebih dari ‘US$ 130 miliar pembayaran terjadwal dalam dua hari pertama bulan Juni’. Serta menyebut departemennya berada dalam kondisi ‘tingkat cadangan yang sangat rendah’.

“Selama minggu pada tanggal 5 Juni, Departemen Keuangan dijadwalkan untuk melakukan pembayaran dan transfer sekitar US$ 92 miliar. Proyeksi cadangan kami tidak akan cukup untuk memenuhi semua kewajiban ini,” sebut Yellen.

Untuk menegaskan betapa rendahnya cadangan Departemen Keuangan AS, Yellen mengatakan badan itu terpaksa menerapkan langkah yang tidak jelas pada hari Kamis untuk memindahkan US$ 2 miliar dari dana pensiun pegawai negeri ke lembaga pinjaman utama pemerintah, Federal Financing Bank.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia