Kamis, 14 Mei 2026

AS Sepakat Naikkan Plafon Utang Negara untuk Menghindari Gagal Bayar

Penulis : Grace El Dora
29 Mei 2023 | 10:03 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjelang pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela-sela KTT G7 di Hiroshima, Jepang pada 20 Mei 2023. (Foto: AP/Susan Walsh, File)
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjelang pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela-sela KTT G7 di Hiroshima, Jepang pada 20 Mei 2023. (Foto: AP/Susan Walsh, File)

WASHINGTON, investor.id – Dengan beberapa hari tersisa sebelum potensi gagal bayar (default) pemerintah untuk pertama kalinya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan akhir pada Minggu (28/5) untuk menaikkan plafon utang negara. Kini mereka bekerja memastikan dukungan yang cukup di Kongres untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) itu pekan ini.

Presiden dari Partai Demokrat itu dan pembicara dari Partai Republik berbicara ketika para negosiator bergegas menyusun dan mengunggah teks RUU untuk ditinjau, dengan kompromi yang kemungkinan besar tidak akan didukung oleh sayap kanan ataupun kiri.

Sebaliknya, para pemimpin bekerja mengumpulkan dukungan dari tengah politik saat Kongres bergegas menuju pemungutan suara sebelum batas waktu 5 Juni 2023 untuk mencegah default federal yang merusak.

ADVERTISEMENT

“Kabar baik. Perjanjian itu mencegah kemungkinan krisis terburuk, gagal bayar, untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa kita. Menghilangkan ancaman default bencana,” kata Biden pada Minggu malam waktu setempat di Gedung Putih, dilansir dari AP pada Senin (29/5).

Presiden mendesak kedua partai di Kongres untuk bersatu untuk proses yang cepat.

“Pembicara dan saya menjelaskan sejak awal, satu-satunya jalan ke depan adalah kesepakatan bipartisan,” tambahnya.

Produk akhir akan mencakup pemotongan pengeluaran anggatan, tetapi hal ini berisiko membuat marah beberapa anggota parlemen karena mereka melihat lebih dekat pada konsesi.

Biden yakin rencana RUU itu akan sampai ke mejanya untuk ditandatangani.

Di sisi lain, McCarthy juga percaya diri dalam sambutannya di Capitol.

“Pada akhirnya, orang dapat melihat bersama untuk dapat melewati ini,” kata dia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia