Jumat, 15 Mei 2026

Bank Dunia Perkirakan Prospek Ekonomi Global 2023 Suram

Penulis : Grace El Dora
7 Jun 2023 | 11:16 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 5 April 2021. (Foto: AP/Andrew Harnik, File)
Gedung Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 5 April 2021. (Foto: AP/Andrew Harnik, File)

WASHINGTON, investor.id – Perekonomian global kemungkinan besar melambat tajam tahun ini, tertatih-tatih oleh suku bunga tinggi, dampak dari serangan Rusia ke Ukraina, dan efek berkepanjangan dari pandemi virus corona.

Itulah pandangan terbaru dari Bank Dunia, sebuah badan anti kemiskinan 189 negara, yang memperkirakan ekonomi internasional akan berkembang hanya 2,1% pada 2023 setelah tumbuh 3,1% pada 2022.

Namun laporan Prospek Ekonomi Global (GEP) terbaru bank tersebut, yang dikeluarkan Selasa (6/6) malam, menandai peningkatan dari perkiraan sebelumnya pada Januari 2023. Perkiraan itu memperkirakan pertumbuhan di seluruh dunia hanya 1,7% tahun ini.

ADVERTISEMENT

Federal Reserve (Fed) dan bank sentral utama lainnya telah secara agresif menaikkan suku bunga untuk memerangi kebangkitan inflasi, dipicu oleh rebound yang lebih kuat dari perkiraan setelah resesi pandemi, kekurangan pasokan yang terus-menerus, serta guncangan harga energi dan pangan yang disebabkan oleh perang Ukraina.

Tetapi ekonomi global secara mengejutkan terbukti tangguh dalam menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi, sehingga Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan akan meningkat menjadi 2,4% pada 2024.

Amerika Serikat terus menghasilkan perolehan pekerjaan yang kuat secara tak terduga, pemberi kerja menambahkan 339.000 pekerja pada Mei 2023. Angka ini jauh lebih banyak dari perkiraan para ekonom, meskipun Fed telah menaikkan suku bunga acuannya 10 kali dalam 15 bulan terakhir.

Dalam laporannya Selasa, Bank Dunia meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS tahun ini menjadi 1,1%. Meskipun lemah, itu lebih dari dua kali lipat pertumbuhan yang diharapkan Bank Dunia pada Januari 2023.

Zona euro, yang mewakili 20 negara yang berbagi mata uang euro, diperkirakan akan membukukan pertumbuhan kolektif sebesar 0,4% tahun ini. Itu juga menandai sedikit peningkatan. Pada Januari, Bank Dunia memperkirakan tidak ada pertumbuhan sama sekali untuk zona euro tahun ini.

Eropa, berjuang dengan harga energi yang lebih tinggi yang disebabkan oleh perang Ukraina, menikmati kelegaan dari musim dingin yang sangat hangat sehingga mengurangi permintaan untu energi panas.

Bank Dunia meningkatkan prospek 2023 untuk Tiongkok setelah pemerintah negara tersebut pada akhir tahun lalu melonggarkan kebijakan nol Covid-19 yang kejam, membatasi perjalanan dan memukul perekonomiannya.

Perekonomian terbesar kedua di dunia itu kini diperkirakan tumbuh 5,6% pada 2023, naik dari 3% tahun lalu. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan Jepang melambat menjadi 0,8% tahun ini dari 1% pada 2022. Diperkirakan pertumbuhan India melambat menjadi 6,3% yang masih kuat dari 7,2% tahun lalu.

Bank memperkirakan perdagangan global akan melambat secara nyata tahun ini. Lembaga ini meramalkan penurunan tajam dalam harga energi dan komoditas lainnya tahun ini dan tahun depan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia