Siapa Miliarder Binance Changpeng Zhao yang Kini Digugat?
LONDON, investor.id – Pada Senin (5/6), Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat membidik orang paling kuat di dunia kripto Changpeng Zhao. Siapa miliarder founder dan CEO Binance yang kini digugat tersebut?
SEC menggugat pendiri Binance, Changpeng Zhao, telah mengoperasikan “jaring penipuan” dan menuntut dia dan bursanya dengan 13 pelanggaran. Ini berkisar dari dugaan memanipulasi volume perdagangan Binance dan gagal membatasi pelanggan Amerika Serikat (AS) dari platformnya yang tidak diatur, hingga mencampuradukkan dan mengalihkan dana pelanggan miliaran dolar “sesuka mereka”.
Keluhan tersebut semakin mengancam kerajaan bisnis Zhao yang luas, yang selama bertahun-tahun telah mendominasi industri kripto. Miliarder taipan itu telah menghadapi dakwaan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) AS, yang diajukan pada Maret 2023, dan bursanya juga sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman, menurut laporan Reuters pada Rabu (7/6).
Ambisi Zhao yang menjulang sekarang bertentangan dengan upaya bersama dari regulator AS untuk mengendalikan perusahaan yang mereka duga telah berkembang menjadi ukuran kolosal, dengan secara sistematis menghindari undang-undang AS.
Menanggapi tuduhan SEC, Binance berkomentar. “Kami bermaksud untuk mempertahankan platform kami dengan penuh semangat ... karena Binance bukan bursa AS, tindakan SEC terbatas jangkauannya,” kata perusahaan, dikutip dari laporan Reuters, Rabu. Binance mengatakan tuduhan apa pun yang mengatakan aset pengguna berisiko “salah sekali”.
Sejak meluncurkan Binance di Shanghai pada 2017, Zhao bermimpi besar. “Kami ingin mengambil alih seluruh pasar!” tuturnya, saat memberi tahu staf di grup obrolan perusahaan pada tahun itu.
CEO berusia 46 tahun itu tidak goyah dalam keyakinannya saat membangun bursa kriptonya. Tahun ini, Zhao merasa tujuan utama hampir dalam genggamannya adalah kursi di meja keuangan teratas.
“Gagasan perusahaan rintisan start up berusia lima tahun dapat matang dan beroperasi pada tingkat yang sama dengan lembaga keuangan yang telah ada selama 200 tahun sebelumnya tidak dapat dipahami,” tulis miliarder itu pada Januari 2023 dalam tinjauan tahun sebelumnya.
“Tapi kita hampir sampai hari ini,” tambahnya.
Mimpi itu sekarang terlihat semakin jauh setelah tindakan SEC.
Dalam tinjauan 2022, Binance memuji kemajuannya dalam mematuhi peraturan di seluruh dunia. Bursa itu telah berusaha sepanjang tahun untuk memperkuat pemeriksaan klien, katanya, mengembangkan “tim keamanan dan kepatuhan terbaik” kripto.
Namun menurut SEC, Zhao dan Binance secara sadar memilih untuk menghindari undang-undang AS dalam upaya memaksimalkan keuntungan mereka sendiri. “Menempatkan pelanggan dan investor mereka dalam risiko,” tuduh SEC, mengutip sejumlah praktik yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters dalam serangkaian investigasi ke bursa yang diterbitkan tahun ini dan pada 2022.
“Entitas Zhao dan Binance terlibat dalam jaringan penipuan yang luas, konflik kepentingan, kurangnya keterbukaan, dan penghindaran hukum yang diperhitungkan,” kata Kepala SEC Gary Gensler.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


