Jumat, 15 Mei 2026

Harga Energi dan Perang Rusia Tarik Zona Euro ke dalam Resesi

Penulis : Grace El Dora
9 Jun 2023 | 12:17 WIB
BAGIKAN
Orang-orang berjalan melewati sebuah toko di jalan perbelanjaan terkenal Kurfuerstendamm, yang lebih dikenal sebagai Kudamm di Berlin, Jerman pada 11 Oktober 2022. (Foto: AP/Michael Sohn, File)
Orang-orang berjalan melewati sebuah toko di jalan perbelanjaan terkenal Kurfuerstendamm, yang lebih dikenal sebagai Kudamm di Berlin, Jerman pada 11 Oktober 2022. (Foto: AP/Michael Sohn, File)

JAKARTA, investor.id – Zona euro tergelincir ke dalam resesi dalam tiga bulan pertama tahun ini, setelah angka resmi direvisi untuk menunjukkan ekonomi blok tersebut menyusut. Meningkatnya biaya hidup yang disebabkan kenaikan harga energi dan perang Rusia di Ukraina makin membebani pengeluaran konsumen.

Angka dari Eurostat, badan statistik Uni Eropa (UE), menunjukkan produk domestik bruto (PDB) turun 0,1% pada kuartal I-2023 dan tiga bulan terakhir 2022, setelah revisi perkiraan sebelumnya. Resesi teknis umumnya didefinisikan sebagai pertumbuhan negatif dua kuartal berturut-turut.

Perkiraan sebelumnya menunjukkan blok mata uang tunggal itu nyaris menghindari resesi dengan pertumbuhan nol di kedua kuartal, yakni kuartal IV-2022 dan kuartal I-2023.

Angka yang diperbarui menunjukkan UE yang lebih luas membelokkan resesi setelah PDB naik 0,1% dalam tiga bulan pertama tahun ini, menyusul kontraksi 0,2% pada kuartal terakhir tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Akibat Perang Rusia

Inggris terhindar dari resesi di awal tahun ini, sementara pertumbuhan di Amerika Serikat (AS) juga tetap positif. Namun, volume PDB di zona euro dan UE lebih dari 2% lebih tinggi dari level yang tercatat pada kuartal IV-2019 sebelum pandemi Covid-19 melanda. Tidak seperti di Inggris, di mana saat itu ekonomi tetap 0,5% lebih kecil.

Rumah tangga di zona euro berada di bawah tekanan dari kenaikan biaya hidup setelah serangan Rusia ke Ukraina memicu kenaikan tajam harga gas, memicu tingkat inflasi tertinggi sejak berdirinya blok mata uang tunggal itu.

Konsumen di bawah tekanan dari harga energi dan pangan yang lebih tinggi, membuat konsumsi akhir rumah tangga menyeret turun PDB di kawasan euro sebesar 0,1 poin persentase. Ini terjadi setelah penurunan 1 poin persentase yang lebih besar pada kuartal sebelumnya.

Ekonomi Inggris, Prancis, Jerman Merosot

Beberapa ekonomi zona euro berada dalam resesi atau hampir mencatat penurunan dua kuartal berturut-turut, termasuk Jerman yang adalah negara dengan ekonomi terbesar di UE.

Prancis juga mencatat pertumbuhan mendekati nol, dengan pertumbuhan datar pada kuartal IV-2022 dan peningkatan moderat sebesar 0,2% dalam tiga bulan pertama 2023.

Namun, pertumbuhan di seluruh area mata uang tunggal 20 negara juga terseret oleh Irlandia dengan PDB turun 4,6% pada kuartal pertama tahun ini. Namun, para ekonom mempertanyakan apakah angka PDB negara tersebut mencerminkan kinerja ekonomi Irlandia.

Inflasi Mendingin

Inflasi di seluruh zona euro telah turun tajam dalam beberapa bulan terakhir, dengan tingkat tahunan yang mendingin dari puncak 10,6% musim gugur lalu hingga mencapai 6,1% pada Mei 2023. Kondisi ini memicu spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin mendekati akhir siklus kenaikan suku bunganya, untuk menjinakkan pertumbuhan harga yang cepat.

Kepala ekonomi Eropa di S&P Global Market Intelligence Diego Iscaro mengatakan bukti resesi teknis tidak mungkin menghalangi ECB menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan.

“Kami melihat tarif naik 25 basis poin (bps). Namun, angka-angka tersebut memperkuat pandangan kami, sementara suku bunga kebijakan akan naik lebih jauh dalam jangka pendek, mereka mendekati puncaknya,” katanya.

“Dengan pengaruh suku bunga yang lebih tinggi yang masih harus dirasakan sepenuhnya, kami memproyeksikan aktivitas ekonomi akan tetap lamban selama sisa 2023,” tutur Iscaro.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia