Rupiah Melemah Terhadap Dolar Pasca Rapat FOMC
JAKARTA, investor.id – Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong menyatakan rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penurunan ini terlihat setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) memberikan sinyal adanya dua kali kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) hingga 25 basis poin (bps) hingga akhir tahun.
“Rupiah melemah cukup besar,” ujar Lukman di Jakarta, Kamis (15/6/2023). Menurutnya, sikap yang sangat hawkish dari The Fed berpotensi membawa dolar AS menguat dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga:
Data Penjualan Ritel Tekan RupiahUntuk keadaan domestik, investor disebut akan mencermati data perdagangan Indonesia yang diperkirakan masih akan surplus cukup besar dengan nominal US$ 3 miliar, dikutip dari Antara.
“Dalam beberapa kali kesempatan, surplus perdagangan sering lebih besar dari perkiraan, hal ini bisa menahan pelemahan yang lebih dalam pada rupiah,” sambungnya.
Senada, Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menerangkan bank sentral AS telah memberikan sinyal tidak ada pemangkasan suku bunga tahun ini. Target suku bunga acuan yang berada di angka 5,6% dikatakan akan mengalami 1-2 kali kenaikan.
“Ini tidak seperti yang diekspektasikan sebagian pelaku pasar yang mengharapkan sinyal pemangkasan dari the Fed,” ungkap Aris.
Meskipun data inflasi menurun, bank sentral AS melihat inflasi intinya masih mendatar yang berarti risiko inflasi naik kembali masih terbuka.
Gubernur Fed Jerome Powell dinyatakan memberikan penegasan, inflasi yang rendah dan stabil sangat penting bagi perekonomian AS.
“Oleh karena itu, dolar AS berpeluang menguat lagi terhadap nilai tukar lainnya termasuk rupiah hari ini,” kata dia.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






