Jumat, 15 Mei 2026

Hantu Inflasi Gentayangan di Eropa, Masih Betah di Jerman

Penulis : Grace El Dora
29 Jun 2023 | 21:21 WIB
BAGIKAN
Derek-derek berada di kawasan konstruksi yang berada di dekat Balai Kota Berlin (kiri belakang), Menara Televisi (tengah belakang), dan sungai Spree di pusat kota Berlin, Jerman, pada 4 Desember 2020. ( Foto: Tobias Schwarz / AFP )
Derek-derek berada di kawasan konstruksi yang berada di dekat Balai Kota Berlin (kiri belakang), Menara Televisi (tengah belakang), dan sungai Spree di pusat kota Berlin, Jerman, pada 4 Desember 2020. ( Foto: Tobias Schwarz / AFP )

FRANKFURT, investor.id – Inflasi mendorong ke arah yang berbeda di Eropa, meningkat di Jerman dan turun lagi di Spanyol, menurut angka resmi yang dirilis Kamis (29/6). Kenaikan harga-harga seakan hantu yang masih gentayangan di negara-negara Eropa, terutama di Jerman, negara dengan ekonomi terbesar benua itu.

Indeks harga konsumen (CPI) Jerman melonjak 6,8% pada Juni 2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, naik dari 6,3% dari bulan sebelumnya, kata kantor statistik negara bagian Destatis. Angka tersebut sebagian didorong oleh tawaran tiket transportasi murah yang banyak digunakan musim panas lalu, kata para analis.

Kenaikan inflasi di Jerman dirilis hanya sehari sebelum pengumuman angka inflasi untuk total 20 negara yang menggunakan mata uang euro. Inflasi di zona euro telah turun dari puncaknya 10,6% pada Oktober 2022, mencapai 6,1% pada Mei 2023.

ADVERTISEMENT

Namun itu masih jauh di atas target 2% yang ditetapkan ECB. Kepala ECB Christine Lagarde telah memperingatkan inflasi cukup tinggi dan sulit untuk diturunkan, sehingga ia menjamin setidaknya akan ada satu kenaikan suku bunga lagi pada pertemuan bank 27 Juli 2023.

Suku bunga yang lebih tinggi adalah alat utama bank sentral melawan inflasi.

Sementara itu, inflasi makanan dan energi yang lebih rendah berarti indeks harga konsumen Spanyol hanya meningkat 1,6% pada Juni dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, turun dari 2,9% dari Mei 2023.

Adrian Prettejohn, ekonom Eropa di Capital Economics, mengatakan suku bunga Spanyol yang rendah tidak mungkin mempengaruhi pengambilan keputusan ECB. “Karena faktor spesifik negara membuat inflasi Spanyol jauh lebih rendah daripada di negara lain,” tuturnya dilansir AP, Kamis.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia