Jumat, 15 Mei 2026

RRT Menentang Keras Rencana Jepang Membuang Air Limbah Nuklir ke Laut

Penulis : Happy Amanda Amalia
3 Jul 2023 | 22:04 WIB
BAGIKAN
Fasilitas PLTN Jepang. (AFP)
Fasilitas PLTN Jepang. (AFP)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada Senin (03/07/2023) sangat menentang keputusan Jepang yang secara paksa membuang air limbah yang terkontaminasi nuklir ke laut. Dalam kritikan yang ditujukan ke Negeri Matahari Terbit itu, Jepang dinilai telah bertindak sangat egois dan tidak bertanggung jawab karena berkeras dengan rencana pembuangan itu.

Beberapa nelayan dan kelompok-kelompok lingkungan hidup dari negara-negara Asia Tenggara pun sudah menyatakan penolakan, dan kekhawatiran terhadap rencana Jepang untuk melanjutkan proses pembuangan air ke laut. 

Otoritas Jepang juga dipandang telah mengabaikan kewajibannya di bawah hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS).

ADVERTISEMENT

Menurut laporan, Pemerintah Jepang telah memulai uji coba operasi fasilitas pembuangan air limbah nuklir dari Fukushima, dan proses pembuangannya secara  keseluruhan ke lautan kemungkinan segera dilakukan.

Merespons rencana Jepang, juru bicara utusan RRT untuk Asean mengatakan bahwa sebagian besar anggota Asean merupakan negara maritim, dan kesejahteraan masyarakatnya selalu terkait erat dengan lingkungan laut. Begitu air yang terkontaminasi nuklir dari Jepang dibuang ke laut, negara-negara di kawasan ini bakal jadi pihak pertama yang menanggung akibatnya.

“Kami mencatat bahwa beberapa negara dan kelompok di kawasan ini telah menyatakan keprihatinan yang besar dan penentangan yang kuat terhadap tindakan Jepang. Sebagai negara tetangga Jepang, Tiongkok juga memiliki sentimen yang sama. Kami mendesak pihak Jepang untuk menanggapi secara serius kekhawatiran yang sah dari negara-negara tetangga dan masyarakat internasional, dan membuang air yang terkontaminasi nuklir dengan cara yang aman dan konsisten dengan kewajiban internasional, standar keamanan internasional dan praktik yang baik internasional,” demikian pernyataan juru bicara utusan Tiongkok untuk Asean yang dikutip dari situs laman asean.china-mission.gov.cn pada Senin.

Asean sendiri sedang mendorong “Outlook Maritim ASEAN”. Tiongkok dan Asean juga sedang menjajaki untuk membentuk “Kemitraan Ekonomi Biru”, dan kedua belah pihak sangat mementingkan kerja sama maritim. Semua ini harus didasarkan pada lingkungan laut yang aman dan ekologi laut yang baik.

“Kami siap untuk lebih memperkuat kerja sama dengan negara-negara Aseanuntuk menjaga rumah maritim kita bersama,” kata juru bicara.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia