Jumat, 15 Mei 2026

Kontrol Ketat di AS Akan Atasi Epidemi Kekerasan Senjata

Penulis : Grace El Dora
6 Jul 2023 | 22:10 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjelang pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela-sela KTT G7 di Hiroshima, Jepang pada 20 Mei 2023. (Foto: AP/Susan Walsh, File)
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjelang pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela-sela KTT G7 di Hiroshima, Jepang pada 20 Mei 2023. (Foto: AP/Susan Walsh, File)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kembali menyerukan kontrol senjata yang lebih ketat untuk mengatasi epidemi kekerasan senjata. Ini termasuk larangan senapan semi otomatis, setelah sejumlah “penembakan tragis dan tidak masuk akal” yang mematikan menjelang liburan Hari Kemerdekaan.

Sedikitnya 10 orang tewas dalam penembakan massal di Baltimore, Philadelphia, dan Fort Worth di Texas. Insiden tersebut, ditambah insiden Wichita di Kansas dan Lansing di Michigan, menyebabkan puluhan orang lainnya terluka.

Serangkaian penembakan di Chicago selama liburan akhir pekan lalu menewaskan lima orang dan menyebabkan sedikitnya 30 lainnya terluka, lapor NBC Chicago.

ADVERTISEMENT

“Merupakan wewenang kami untuk sekali lagi melarang senjata serbu dan magasin berkapasitas tinggi, untuk meminta penyimpanan senjata yang aman, untuk mengakhiri kekebalan produsen senjata dari tanggung jawab, dan untuk melakukan pemeriksaan latar belakang universal,” kata Biden pada pidato Empat Juli dikutip CNBC internasional, Kamis (6/7).

Komentarnya muncul satu tahun setelah penembakan massal Highland Park di Illinois, saat parade Empat Juli yang menewaskan tujuh orang dan melukai hampir 50 orang lainnya.

Pada Januari 2023, Illinois melarang penjualan senjata semi otomatis dan majalah berkapasitas tinggi.

“Seperti yang telah kita lihat selama beberapa hari terakhir, lebih banyak yang harus dilakukan di Illinois dan di seluruh Amerika untuk mengatasi epidemi kekerasan senjata yang menghancurkan komunitas kita,” kata Biden.

Ada 346 penembakan massal sepanjang tahun ini di AS, menurut Gun Violence Archive. Ia mendefinisikan penembakan massal sebagai insiden di mana empat orang atau lebih ditembak, tidak termasuk penembaknya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia