Pasar Tenaga Kerja AS di Juni Tetap Tangguh
Rubeela Farooqi, kepala ekonom AS di High Frequency Economics di White Plains, New York, mengatakan, kenaikan PHK yang diantisipasi pada kebijakan moneter yang lebih ketat belum muncul dalam data. "Pasar tenaga kerja yang ketat akan menjaga jalur suku bunga pada lintasan ke atas, sampai pembuat kebijakan melihat penyeimbangan ulang yang material dalam penawaran dan permintaan," ungkapnya.
Saham di Wall Street diperdagangkan lebih rendah. Dolar sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang. Harga obligasi AS turun.
Pasar tenaga kerja tetap tangguh meskipun Fed menaikkan suku bunga sebesar 500 basis poin sejak Maret 2022, ketika bank sentral AS memulai kampanye pengetatan kebijakan moneter tercepat dalam lebih dari 40 tahun untuk membasmi inflasi. Hasil survei bulan lalu menunjukkan pandangan konsumen tentang pasar tenaga kerja lebih optimis di Juni dibanding Mei.
Pasar keuangan memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed 25-26 Juli mendatang, menurut alat FedWatch CME Group.
Laporan klaim juga menunjukkan jumlah orang yang menerima tunjangan setelah minggu pertama bantuan, proksi untuk perekrutan, turun 13 ribu ke level terendah empat bulan 1,72 juta selama pekan yang berakhir 24 Juni. Klaim berkelanjutan sangat rendah sepanjang sejarah, yang menunjukkan bahwa beberapa pekerja yang di-PHK dengan cepat mendapatkan pekerjaan baru.
Hal itu ditegaskan oleh laporan kedua dari Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan lowongan kerja, ukuran permintaan tenaga kerja, turun 496 ribu menjadi 9,82 juta pada hari terakhir bulan Mei.
Meskipun itu adalah level terendah sejak April 2021, lowongan jauh di atas level sebelum pandemic Covid-19, yang hanya sekitar 7 juta. Ada 1,6 lowongan pekerjaan untuk setiap pekerja yang menganggur. Penurunan lowongan kerja terkonsentrasi di antara bisnis dengan satu sampai sembilan karyawan.
PHK menurun di Mei dan 4 juta orang mengundurkan diri dari pekerjaan mereka, meningkat 250 ribu dari April.
Bisnis jasa meningkatkan lapangan kerja pada Juni, membantu mengangkat PMI non-manufaktur Institute for Supply Management menjadi 53,9 dari 50,3 pada Mei. Perusahaan melaporkan tidak dapat menemukan kandidat yang memenuhi syarat untuk beberapa posisi terbuka dan akhirnya dapat mengisi beberapa posisi yang telah dibuka selama beberapa waktu.
Hal itu dikombinasikan dengan laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP yang menunjukkan pekerjaan swasta melonjak 497 ribu pekerjaan bulan lalu setelah naik 267 ribu pada bulan Mei, menjadi pertanda baik untuk laporan pekerjaan di Juni.
Menurut Ekonom yang disurvei Reuters, nonfarm payrolls kemungkinan meningkat sebesar 225 ribu pekerjaan bulan lalu setelah naik 339 ribu pada bulan Mei. Tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 3,6% dari 3,7% di bulan Mei.
Laporan keempat dari perusahaan outplacement global Challenger, Gray & Christmas menunjukkan perusahaan yang berbasis di AS mengumumkan 40.709 PHK pada Juni, turun 49% dari Mei. Perusahaan merencanakan 187.793 PHK pada kuartal kedua, turun 31% dari penghitungan periode Januari-Maret.
Andrew Challenger, wakil presiden senior di Challenger, Gray & Christmas, mengatakan kemungkinan besar kehilangan pekerjaan yang diprediksi karena inflasi dan suku bunga tidak akan terjadi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






