Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Inisiasi Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN (TAC)

Penulis : Grace El Dora
10 Jul 2023 | 18:00 WIB
BAGIKAN

JAKARTA, investor.id - Di Sekretariat Perserikatan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri Indonesia atau Kemlu RI mengadakan dialog kebijakan yang menarik perhatian para ahli kebijakan dari negara-negara ASEAN pada 6 Juni. ASEAN Policy Dialogue on the Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) diinisiasi oleh Indonesia selaku Ketua ASEAN 2023.

Dalam dialog yang dihadiri oleh perwakilan lembaga pemikir (think-tank) ASEAN serta ahli kebijakan dari Tiongkok dan India, TAC menjadi fokus utama pembahasan. TAC yang telah ada selama 47 tahun dianggap sebagai kode hukum yang mengikat dalam hubungan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Pada videonya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menegaskan TAC menjadi pondasi penting dalam menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan.

ADVERTISEMENT

Peserta dialog sepakat TAC memiliki relevansi yang besar dalam menghadapi tantangan geopolitik saat ini. Meskipun TAC pertama kali disepakati pada era Perang Dingin, prinsip-prinsipnya tetap relevan dalam menghadapi persaingan dan ketegangan geopolitik kontemporer.

Kepala BSKLN Dr. Yayan G.H. Mulyana menekankan pentingnya TAC dalam menghadapi kondisi dinamis di kawasan dan global. Dalam paparannya, beliau juga menyoroti pentingnya mengevaluasi peluang dan implikasi dari universalisasi TAC, mengingat saat ini sudah ada 50 negara di berbagai kawasan yang telah mengaksesi perjanjian tersebut.

Dr. Yayan Mulyana berharap dialog kebijakan ASEAN yang pertama ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun komunitas bagi para perumus kebijakan strategis dari negara anggota ASEAN dan mitra mereka.

"Dalam 47 tahun ke depan kita diharapkan melihat Asia Tenggara berkembang pesat menjadi kawasan yang menyebarkan perdamaian, kestabilan, dan kemajuan dengan menghormati prinsip-prinsip Treaty of Amity and Cooperation," ungkap Dr. Yayan Mulyana pada pernyataan resmi Kemlu yang dirilis pada Senin (10/7).

Sesi penutupan dialog dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama ASEAN Sidharto Suryodipuro. Ia berharap agar dialog kebijakan ASEAN tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pengambil keputusan di ASEAN. Selain itu, ia mengusulkan agar dialog kebijakan ini menjadi acara tahunan ASEAN yang membahas kebijakan ASEAN dalam isu-isu regional dan internasional.

Dengan adanya dialog kebijakan ini, diharapkan ASEAN dapat memperkuat peran TAC dalam menjaga perdamaian, membangun kerjasama yang inklusif, serta menghadapi tantangan yang muncul dalam dinamika geopolitik.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 untuk memajukan kawasan Asia Tenggara menjadi sebuah wilayah yang stabil, sejahtera, dan berperan aktif dalam kerjasama regional dan internasional.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia