Kamis, 14 Mei 2026

Menlu RI Serukan Asean Jadi Kawasan Bebas Senjata Nuklir 

Penulis : Happy Amanda Amalia
11 Jul 2023 | 12:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi berjabat tangan dengan Menlu Timor Leste, Bendito dos Santos Freitas sebelum pertemuan "56th Asean Foreign Ministers Meeting (56th AMM) - Asean Post Ministerial Conference (PMC)" pada Selasa (11/07/2023), di Jakarta. (Foto: Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi berjabat tangan dengan Menlu Timor Leste, Bendito dos Santos Freitas sebelum pertemuan "56th Asean Foreign Ministers Meeting (56th AMM) - Asean Post Ministerial Conference (PMC)" pada Selasa (11/07/2023), di Jakarta. (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menluu RI) Retno Marsudi mengeluarkan seruan mengajak para menlu Asean untuk menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan yang bebas dari senjata nuklir.

Pernyataan itu disampaikan saat menyampaikan pidato pembuka “56th Asean Foreign Ministers’ Meeting (56th AMM) – Asean Post Ministerial Conference (PMC)” di Jakarta pada Selasa (11/07/2023), sekaligus memimpin pertemuan Komisi Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ).

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menlu Timor Leste Bendito dos Santos Freitas ke dalam pertemuan Asean yang pertama.

ADVERTISEMENT

Terkait penggunaan senjata nuklir, lanjut Retno, risiko yang dihadapi dinilai lebih tinggi daripada kapan pun dalam sejarah. Bahkan, tidak ada senjata yang lebih kuat dan lebih merusak daripada senjata nuklir.

“Kita terus mendengar peringatan tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir. Kami juga melihat bahwa tenaga nuklir masih menjadi bagian dari doktrin militer beberapa negara, termasuk di wilayah kami. Kami tahu betul bahwa kami tidak bisa benar-benar aman dengan senjata nuklir di wilayah kami. Dan dengan senjata nuklir, kita hanya tinggal satu kesalahan perhitungan saja dari kiamat dan bencana global,” demikian penjelasannya.

Oleh karena itu, tambah Retno, pemeliharaan perdamaian dan stabilitas menjadi prioritas, mengingat hal tersebut merupakan fondasi untuk mengubah kawasan Asia Tenggara menjadi pusat pertumbuhan.

Sebagai informasi, Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara atau SEANWFZ sesungguhnya telah memberikan kontribusi atas upaya-upaya tersebut, dan pada rezim perlucutan senjata dan non-proliferasi global. Tetapi, 25 tahun setelah penandatanganan Protokol Traktat SEANWFZ, belum ada satu pun negara senjata nuklir yang menandatanganinya.

Bersama para Menlu Asean lainnya, Retno menyerukan agar negara-negara pemilik senjata nuklir dapat segera menandatangani Protokol Traktat SEANWFZ.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 41 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 50 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia