Perubahan Iklim dan Isu Kelautan Menjadi Tantangan yang Dihadapi Asean-Selandia Baru
JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan bahwa negara-negara di Pasifik sedang menghadapi banyak tantangan pembangunan, termasuk isu perubahan iklim dan yang berkaitan dengan lautan. Oleh karena itu, ia mengajak Selandia Baru – sebagai mitra penting Asean – untuk memperkuat kerja sama dalam mempertahankan stabilitas Indo-Pasifik, termasuk kawasan Pasifik.
“Kita semua tahu bahwa negara-negara Pasifik menghadapi banyak tantangan pembangunan, termasuk perubahan iklim dan masalah-masalah yang berkaitan dengan lautan. Sebagai tetangga terdekat mereka, kita harus turun tangan dan menawarkan dukungan, dan Selandia Baru memiliki peran penting sebagai penghubung Asean di kawasan Pasifik,” ujar Retno dalam pertemuan Asean-Selandia Baru Post Ministerial Meeting (PMC), di sela “56th Asean Foreign Ministers’ Meeting (56th AMM)” pada Kamis (13/07/2023 di Jakarta.
Diungkapkan oleh Menlu Retno bahwa stabilitas kawasan Pasifik merupakan bagian integral dengan stabilitas di Indo-Pasifik. Untuk itu, Asean dan Selandia Baru harus memperkuat kerja sama guna merawat strategic trust di kawasan dan menjunjung hukum internasional, termasuk prinsip kedaulatan dan integritas teritorial.
“Kami berharap Selandia Baru terus mendukung sentralitas Asean dalam membentuk tatanan kawasan dan mempromosikan kolaborasi di Pasifik,” kata dia.
Sedangkan terkait isu pembangunan di Pasifik, Asean harus membantu negara-negara Pasifik dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk perubahan iklim dan masalah kelautan.
“Kita harus menghasilkan kerja sama konkret yang sejalan dengan ‘Asean Outlook on the Indo-Pasific (AOIP)’. Peran Selandia Baru juga diharapkan menjembatani kerja sama Asean di Pasifik, termasuk mengenai rencana kerja sama antar sekretariat antara Asean dan Pacific Island Forum (PIF),” demikian penjelasan Retno.
Dalam pertemuan ini, negara-negara Asean mendorong penguatan kerja sama di bidang ekonomi, maritim dan kelautan, pemenuhan komitmen terhadap Perjanjian Paris, kerja sama kontra terorisme dan penanggulangan perdagangan manusia. Negara-negara anggota Asean pun mengharapkan Selandia Baru mendukung posisi bersama Asean terkait Laut China Selatan.
Pada pertemuan tersebut para Menlu Asean dan Selandia Baru mengadopsi dokumen Asean-New Zealand Joint Statement on Cooperation on the Asean Outlook on the Indo-Pacific yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang inklusif di kawasan Indo-Pasifik.
Menlu Retno juga menyambut baik penandatanganan amandemen Asean-Australia - New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA).
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


