Jumat, 15 Mei 2026

Asean Plus Three Jadi Jangkar Stabilitas, Resiliensi dan Keberlanjutan Kawasan

Penulis : Happy Amanda Amalia
14 Jul 2023 | 05:27 WIB
BAGIKAN
Menlu Korea Selatan, Park Jin (kiri) berjabat tangan dengan Direktur Urusan Luar Negeri Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok, Wang Yi dalam acara "24th Asean Plus Three Foreign Ministers Meeting (24th APT FMM)" di Jakarta, pada Kamis (13/07/2023). (Foto: Kemlu RI)
Menlu Korea Selatan, Park Jin (kiri) berjabat tangan dengan Direktur Urusan Luar Negeri Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok, Wang Yi dalam acara "24th Asean Plus Three Foreign Ministers Meeting (24th APT FMM)" di Jakarta, pada Kamis (13/07/2023). (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengatakan, “Asean Plus Three (APT)” – yang terdiri atas Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok dan Jepang – telah menjadi jangkar untuk mengatasi berbagai tantangan di kawasan selama lebih dari 25 tahun. Menurut ia, peranan APT selalu mampu melewati instabilitas dan krisis, sehingga jangkar ini harus terus diperkuat.

Terdapat tiga tujuan yang ingin dicapai dari penguatan tersebut, yakni stabilitas, resiliensi, dan keberlanjutan kawasan.

Retno menyampaikan, stabilitas tidak datang dengan sendirinya melainkan harus terus diupayakan dan dipupuk oleh mereka yang paling berkepentingan di kawasan. Semua pihak harus berkontribusi sebagai kekuatan positif.

ADVERTISEMENT

“APT harus menerapkan paradigma kolaborasi. Kita tidak boleh jadi bagian dari pembendungan (containment). Sebaliknya, kita harus memelihara perdamaian dan keamanan dengan menghormati hukum internasional dan memajukan semangat multilateralisme,” ujarnya dalam sambutan pembukaan, sebelum memimpin pertemuan “24th Asean Plus Three Foreign Ministers’ Meeting (24th APT FMM)” bersama Menlu Korea Selatan, Park Jin pada Kamis (13/07/2023) di Jakarta.

Untuk itu, lanjut Menlu Retno, APT harus mendukung Asean dalam membangun arsitektur kawasan yang inklusif dan mengimplementasikan Asean Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) melalui aksi nyata.

Sementara itu resiliensi adalah mekanisme kekuatan kawasan yang harus dibentuk, seperti Chiang Mai Initiative for Multilateralization yang harus lebih efektif dalam merespons krisis finansial dan peningkatan Cadangan Beras Darurat APT (APTERR) guna mengatasi disrupsi rantai pasok di masa depan.

“APT harus jadi bagian tak terpisahkan dalam upaya memastikan resiliensi kawasan terhadap krisis yang bisa datang kapan saja,” tutur Retno.

Sedangkan terkait dengan keberlanjutan kawasan, APT perlu lebih inovatif dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim, mengurangi emisi, dan mempercepat transisi energi. Ia pun mendorong APT untuk memulai kerja sama dalam membangun ekosistem kendaraan listrik.

“Mari kita pastikan APT agar selalu bisa menjadi jangkar yang bisa kita andalkan untuk bertahan dan terus berkembang,” kata Retno.

Dalam pertemuan juga telah ditegaskan pentingnya komitmen kerja sama APT dalam mendorong pemulihan ekonomi kawasan dan menghadapi tantangan ke depan. Untuk itu, disampaikan komitmen untuk memperkuat mekanisme Asean Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) untuk ketahanan pangan dan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).

Pertemuan APT turut mendorong penguatan kerja sama perdagangan dan investasi dalam penguatan UMKM, rantai pasok, dan konektivitas. Asean pun mendorong implementasi perjanjian Free Trade Agreement (FTA) dengan masing-masing negara Plus Three. Di samping itu, pertemuan juga mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di kawasan.

Lebih lanjut, pertemuan ini juga menekankan pentingnya prinsip saling menghormati dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan. Pertemuan juga membahas isu denuklirisasi di Semenanjung Korea, pemberantasan kejahatan transnasional, dan penyelesaian krisis Myanmar.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia