Jumat, 15 Mei 2026

Menlu RI Mendorong Asean-UE Menyelaraskan Paradigma Kolaborasi Inklusif

Penulis : Happy Amanda Amalia
14 Jul 2023 | 13:17 WIB
BAGIKAN
High Representative for Foreign Affairs and Security Policy/Vice-President of the Commission (HRVP) Uni Eropa (UE) Joseph Borell (kiri) dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berjabat tangan sebelum pertemuan bilateral di sela-sela acara "Asean Post Ministerial Conference (PMC) di Jakarta, pada Kamis (13/07/2023). (Foto: Kemlu RI)
High Representative for Foreign Affairs and Security Policy/Vice-President of the Commission (HRVP) Uni Eropa (UE) Joseph Borell (kiri) dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berjabat tangan sebelum pertemuan bilateral di sela-sela acara "Asean Post Ministerial Conference (PMC) di Jakarta, pada Kamis (13/07/2023). (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) menyerukan Asean dan Uni Eropa (UE) untuk terus membangun kerja sama inklusif di berbagai bidang, menyusul tantangan besar dari situasi dunia yang turut menguji hubungan keduanya. Ia juga berharap UE memiliki pandangan selaras mengenai paradigma kolaborasi inklusif.

Terkait hal itu, Retno mengingatkan untuk menjaga arsitektur regional yang inklusi. Pasalnya, Asean telah berinvestasi besar untuk membangun arsitektur kawasan yang inklusif.

“Kami berharap Uni Eropa dapat menerapkan paradigma kolaborasi inklusif. Ini adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran,” ujarnya dalam pertemuan “Asean-Uni Eropa Post Ministerial Conference (PMC)” pada Kamis (13/07/2023) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Menlu Retno mengatakan bahwa Asean dan UE memiliki potensi besar di mana keduanya sama-sama menjadi mitra perdagangan terbesar ketiga. Kedua blok ini juga memiliki ekonomi yang terintegrasi dengan 450 juta konsumen di Uni Eropa dan 650 juta konsumen di Asean.

Oleh karenanya, potensi-potensi tersebut tidak boleh dibatasi oleh kebijakan hambatan perdagangan. Kedua pihak pun harus mencari solusi bersama melalui mekanisme Asean-UE, seperti Joint Working Group on Palm Oil.

Di samping itu, Asean dan Uni Eropa juga harus memperkuat kemitraan strategis yang berbasis pada prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan.

“Potensi-potensi tersebut tidak boleh dibatasi dengan adanya kebijakan hambatan perdagangan seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan European Union Enforcement Regulation (EUER). Indonesia berharap kerja sama strategis Asean-UE dapat diperkuat dengan berlandaskan pada prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan,” demikian Menlu Retno menegaskan.  

Menlu RI Mendorong Asean-UE Menyelaraskan Paradigma Kolaborasi Inklusif
High Representative for Foreign Affairs and Security Policy/Vice-President of the Commission (HRVP) Uni Eropa (UE) Joseph Borell pada acara "Asean Post Ministerial Conference (PMC) di Jakarta, pada Kamis (13/07/2023). (Foto: Kemlu RI)

Pertemuan “Asean-Uni Eropa Post Ministerial Conference (PMC)” juga dimanfaatkan oleh sejumlah negara Asean, dengan menyampaikan keprihatinan atas pemberlakuan EU Deforestation Regulation yang dianggap menghambat masuknya produk negara Asean ke pasar UE. Pertemuan ini juga mendorong penyelesaian “Asean-UE Free Trade Agreement.”

Sementara itu, High Representative for Foreign Affairs and Security Policy/Vice-President of the Commission (HRVP) Joseph Borell mengakui peran Asean sebagai pemain kunci global di abad ini, terutama di tengah rivalitas dan krisis global yang berlangsung.

“Uni Eropa mendukung pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, terutama terkait isu Ukraina dan Laut Tiongkok Selatan. UE juga menegaskan dukungan atas pendekatan Asean untuk penyelesaian isu Myanmar,” tutur Borell.

Kemitraan Asean-UE yang terjalin selama 45 tahun diapresiasi oleh negara-negara Asean. Di antaranya terkait dengan keberhasilan KTT Asean-UE di Brussels, Belgia, kerja sama maritim dalam kerangka Indo-Pasifik, peningkatan perdagangan dan investasi, kerja sama transisi energi, sosial budaya, dan kesehatan.

Pertemuan Asean PMC pun menggarisbawahi pentingnya penyelesaian isu Laut Tiongkok Selatan, keprihatinan atas situasi di Ukraina, dan Semenanjung Korea.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia