Korut Masih Bungkam Soal Tentara AS yang Masuk Perbatasannya
SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Utara (Korut) pada Rabu (19/07/2023) masih bungkam tentang kejadian tak biasa, yakni masuknya seorang tentara Amerika Serikat (AS) dengan cara melintasi zona demarkasi militer (DMZ).
Wilayah ini selalu dijaga ketat, menjadi titik pusat perbatasan Korut dengan Korea Selatan (Korsel). Pihak Korut diyakini tidak mungkin memulangkan tentara itu dalam waktu dekat, di tengah meningkatnya permusuhan di antara kedua negara itu.
Sehari setelah Travis King (23) berlari kencang masuk ke Korut saat mengikuti tur di desa perbatasan Panmunjom pada Selasa (18/07/2023), belum ada kabar lagi mengenai nasib tentara berpangkat Prajurit Dua itu.
Ia menjadi warga AS pertama yang ditahan di Korut dalam hampir lima tahun terakhir. Pada Rabu, Korut menembakkan dua rudal balistik ke laut. Pihaknya mengklain ini sebagai protes atas pengerahan kapal selam bersenjata nuklir AS di Korsel pada hari sebelumnya.
"Kemungkinannya Korea Utara akan menggunakan tentara itu untuk tujuan propaganda dalam jangka pendek. Serta sebagai alat tawar-menawar dalam jangka menengah dan panjang,” ujar Yang Moo-jin, presiden University of North Korean Studies di Korea Selatan, dikutip dari Associated Press (AP) pada Kamis (20/07/2023).
Ibu dari Travis King mengatakan kepada ABC News dirinya terkejut ketika mendengar putranya menyeberang ke Korut.
“Saya tidak menyangka Travis melakukan hal seperti itu,” ungkap Claudine Gates, warga kota Racine, negara bagian Wisconsin, AS.
Gates menyampaikan pihak Angkatan Darat AS memberitahunya pada Selasa pagi soal putranya yang menyeberang ke Korut. Ia juga mengaku kabar terakhir dari putranya adalah beberapa hari lalu, ketika ia mengatakan akan segera kembali ke Fort Bliss, pangkalan Angkatan Darat AS di New Mexico dan Texas, dengan markas besar El Paso di Texas.
Menurut Gates, ia hanya ingin putranya itu pulang. Adapun King adalah pengintai kavaleri dari Divisi Lapis Baja ke-1.
Ia telah menjalani hukuman selama hampir dua bulan di penjara Korsel karena melakukan penyerangan. Dia dibebaskan pada 10 Juli 2023 dan sedianya dipulangkan pada Senin (17/07/2023) ke Fort Bliss. Di sana ia kemungkinan menghadapi hukuman disiplin militer tambahan dan diberhentikan dari dinas militer.
Menurut laporan, King dikawal sampai ke bea cukai namun meninggalkan bandara sebelum naik ke pesawat. Tidak diketahui dengan pasti bagaimana ia menghabiskan waktu berjam-jam hingga bergabung dengan tur Panmunjom dan berlari melintasi perbatasan pada Selasa sore.
Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyampaikan pemerintah AS bekerja sama dengan pihak Korut untuk menyelesaikan insiden ini. Sementara komando PBB yang dipimpin AS mengatakan pada Selasa, tentara AS itu diyakini berada dalam tahanan Korut.
“Kami sedang memantau dan menyelidiki situasi ini dengan cermat. Akan ada perkembangan dalam beberapa jam dan hari ke depan dan kami akan terus mengabari Anda,” ujar Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dalam konferensi pers di Pentagon.
Austin mengaku sangat prihatin dengan nasib prajurit tersebut. Tidak diketahui apakah dan bagaimana AS dan Korut, yang tidak memiliki hubungan diplomatik, akan mengadakan pembicaraan.
Membelot ke Korut
Di masa lalu, pemerintah Swedia yang memiliki kedutaan besar di Pyongyang, menyediakan layanan konsuler bagi warga AS yang ditahan di Korea Utara. Namun, staf diplomatik Swedia dilaporkan belum kembali ke Korut sejak negara itu memberlakukan karantina.
Beberapa pengamat mengatakan, Korut dan AS masih dapat berkomunikasi melalui Panmunjom atau wakil misi Korut di PBB New York.
Kasus-kasus warga AS atau Korsel yang membelot ke Korut jarang terjadi. Di sisi lain, ada lebih dari 30.000 warga Korut yang melarikan diri ke Korsel untuk menghindari tekanan politik dan kesulitan ekonomi sejak berakhirnya Perang Korea 1950-1953.
Menurut Tae Yongho, mantan menteri di Kedutaan Besar Korut di London, Korut kemungkinan akan senang karena punya kesempatan untuk membuat AS kehilangan muka gara-gara tindakan King. Insiden ini terjadi bersamaan dengan kedatangan kapal selam AS di Korea Selatan.
Baca Juga:
Meniru Pola Jepang dan KorselTae, yang kini menjadi anggota parlemen Korsel, menuturkan Korut kemungkinan besar tidak akan mengembalikan King karena dia adalah seorang tentara dari negara yang secara teknis berperang melawan Korut. Ia dianggap secara sukarela menyerahkan diri kepada Korut.
Adapun AS dan Korut secara resmi masih berperang karena Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Otoritas AS masih menempatkan sekitar 28.000 tentara di Korsel.
Panmunjom
Panmunjom, yang terletak di dalam Zona Demiliterisasi sepanjang 248 kilometer berada dalam pengawasan bersama Komando PBB dan Korut sejak didirikan pada akhir Perang Korea.
DMZ dikenal dengan gubuk-gubuk birunya yang melatarbelakangi jejeran beton yang membentuk garis demarkasi, Panmunjom kerap menarik pengunjung dari kedua pihak yang ingin melihat perbatasan terakhir Perang Dingin.
Tidak ada warga sipil yang tinggal di Panmunjom. Tentara Korut dan Korsel hanya berdiri saling berhadapan, sementara turis dari kedua pihak mengambil foto.
Sepanjang Perang Dingin, ada sejumlah kecil tentara AS pergi ke Korut termasuk Charles Jenkins yang meninggalkan pos militernya di Korsel pada 1965 dan melarikan diri melintasi DMZ.
Dia muncul dalam film propaganda Korut dan menikahi seorang mahasiswa keperawatan Jepang yang diculik dari Jepang oleh agen Korut. Jenkins meninggal di Jepang pada 2017.
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa warga sipil Amerika telah ditangkap di Korut atas dugaan spionase, subversi, dan tindakan lainnya melawan negara.
Pada Mei 2018, Korut membebaskan tiga tahanan AS dan kembali ke negaranya satu pesawat bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo yang saat itu menjabat. Pada 2018 juga, pemerintah Korut mengusir warga Amerika Bruce Byron Lowrance.
Nasib berbeda dialami Otto Warmbier, mahasiswa AS yang meninggal pada 2017 hanya beberapa hari setelah ia dibebaskan oleh Korut dalam keadaan koma setelah 17 bulan ditahan.
Sean Timmons dari firma hukum Tully Rinckey, yang khusus menangani kasus-kasus hukum militer, mengatakan King tampaknya mencoba menampilkan dirinya sebagai pembelot yang sah, yang melarikan diri dari penindasan politik atau penganiayaan. Nasibnya akan bergantung pada kepemimpinan Korut untuk memutuskan apakah dia dapat tinggal.
Jadi menurut Timmons, nasib King kemungkinan besar bergantung pada Kim Jong Un.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

