Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Sebagian Besar Jatuh karena Inflasi Jepang Naik

Penulis : Grace El Dora
21 Jul 2023 | 07:24 WIB
BAGIKAN
Pejalan kaki melintas di depan layar elektronik pergerakan Indeks Nikkei di Bursa Efek Tokyo, Jepang pada 4 Januari 2021. (Foto: ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/am)
Pejalan kaki melintas di depan layar elektronik pergerakan Indeks Nikkei di Bursa Efek Tokyo, Jepang pada 4 Januari 2021. (Foto: ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/am)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik sebagian besar akan jatuh pada Jumat (21/7) karena investor melihat angka indeks harga konsumen (CPI) Jepang naik untuk Juni 2023. Tingkat inflasi negara mencapai 3,3%, sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Ini sedikit lebih tinggi dari angka Mei sebesar 3,2%, juga di atas target bank sentral Jepang (BoJ) sebesar 2%. Cetak inflasi akan memberikan petunjuk untuk langkah Bank of Japan ketika bertemu minggu depan untuk keputusan suku bunga.

Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyatakan dalam laporan Reuters baru-baru ini, masih ada jarak untuk mencapai target inflasi 2% bank sentral secara berkelanjutan dan stabil. Ini menandakan kebijakan moneter uang longgar BoJ dapat dipertahankan untuk saat ini.

Nikkei 225 bergerak jatuh pada akhir minggu, dengan kontrak berjangka di Chicago di 32.360 dan pasangannya di Osaka di 32.310 melawan penutupan terakhir di 32.490,52.

ADVERTISEMENT

Di Australia kontrak berjangka untuk S&P/ ASX 200 berada di 7.282, lebih rendah dari penutupan terakhir indeks di 7.325.

Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong tampaknya akan dibuka lebih tinggi, sementara kontrak berjangka di 18.935 dibandingkan penutupan terakhir HSI di 18.928,02.

Semalam di Amerika Serikat (AS), Dow Jones Industrial Average melonjak untuk hari kesembilan berturut-turut setelah hasil pendapatan yang lebih baik dari perkiraan dari produsen obat Johnson & Johnson. Itu adalah kemenangan beruntun harian terbaik Dow sejak 2017.

Meskipun demikian, pasar yang lebih luas menderita setelah penurunan pasca pendapatan di favorit trader Netflix dan Tesla. S&P 500 tergelincir 0,68% dan Nasdaq Composite jatuh 2,05%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia