Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Level Tertinggi Lebih dari 22 Tahun

Penulis : Indah Handayani
27 Jul 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles terlihat di Washington, DC (Foto: Jim WATSON / AFP)
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles terlihat di Washington, DC (Foto: Jim WATSON / AFP)

WASHINGTON, investor.id – Sesuai prediksi pasar, Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps) pada Rabu waktu setempat (26/7/2023). Kenaikan tersebut membuat suku bunga acuan The Fed ke level tertinggi lebih dari 22 tahun.

Dikutip dari CNBC internasional, hasil Federal Open Market Committee (FOMC) tersebut mendorong suku bunga acuan The Fed ke kisaran target 5,25-5,5%. Dengan demikian, titik tengah kisaran target tersebut menjadi level tertinggi untuk suku bunga acuan sejak awal 2001.

Sebelumnya, pasar mengamati tanda-tanda bahwa kenaikan itu bisa menjadi yang terakhir sebelum pejabat The Fed berhenti sejenak untuk melihat dampak kenaikan pada kondisi ekonomi. Saat para pembuat kebijakan mengindikasikan pada pertemuan Juni bahwa dua kenaikan suku bunga akan terjadi tahun ini, pasar telah memperkirakan peluang yang lebih baik bahwa kemungkinan tidak akan ada pergerakan lagi tahun ini.

ADVERTISEMENT

Selama konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi agak moderat sejak pertengahan tahun lalu, tetapi mencapai target The Fed sebesar 2% ‘masih jauh’. Namun, dia tampaknya meninggalkan ruang untuk mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan The Fed berikutnya di September mendatang.

“Saya akan mengatakan sangat mungkin bahwa kami akan menaikan suku bunga lagi pada pertemuan September jika datanya membenarkan itu. Saya juga akan mengatakan bahwa mungkin saja kami akan memilih untuk tetap stabil dan membuat penilaian yang cermat, seperti yang saya katakan, pertemuan demi pertemuan,” ungkap Powell.

Powell mengatakan FOMC akan menilai berdasarkan ‘data total yang masuk’ serta implikasinya terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi.

Pernyataan pasca-pertemuan hanya menawarkan referensi yang tidak jelas tentang apa yang akan menjadi panduan langkah FOMC selanjutnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia