Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Tiongkok Lesu, Pengangguran Terdidik Catat Rekor

Penulis : Grace El Dora
4 Aug 2023 | 20:09 WIB
BAGIKAN
Stasiun Kereta Api Selatan Beijing, Tiongkok pada 29 April 2023. (Foto: Anadolu Agensi / Getty Images)
Stasiun Kereta Api Selatan Beijing, Tiongkok pada 29 April 2023. (Foto: Anadolu Agensi / Getty Images)

BEIJING, investor.id – Pasar kerja Tiongkok dalam kondisi lebih sulit tahun ini, bahkan untuk lulusan terdidik sekalipun. Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran untuk kaum muda Tiongkok berusia 16-24 tahun naik ke rekor tertinggi baru pada Juni sebesar 21,3%.

Ini tidak bisa dihindarkan, karena menjadi dampak dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang kian lesu. Alasan utama tingginya pengangguran kaum muda adalah kurangnya permintaan dari bisnis, kata Zhang Chenggang, direktur pusat penelitian untuk formulir pekerjaan baru di Capital University of Economics and Business di Beijing.

Kebanyakan orang pada akhirnya mendapatkan pekerjaan, tetapi bukan dengan bayaran terbaik atau cocok dengan bidang studi mereka, menurut laporan CNBC internasional berdasarkan wawancara dengan enam siswa dan lulusan baru di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Banyak yang meminta anonimitas karena pengangguran kaum muda bisa menjadi topik sensitif di Negara Tirai Bambu, terutama bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan atau baru memulai karir.

Pasar kerja bisa sangat sulit sehingga seorang mahasiswa dari universitas ternama mengatakan bahwa teman-teman sekelasnya mengirimkan setidaknya 100 resume, bahkan lebih.

“Beberapa teman sekelas telah mengirimkan lebih dari 200,” kata siswa tersebut, dikutip CNBC internasional pada Jumat (4/8). Sumber itu menekankan dirinya merasa beruntung telah melamar ke 80 posisi, sebelum mendapatkan tiga tawaran pekerjaan.

Lulusan tersebut berasal dari Universitas Shanghai Jiao Tong dan akan mulai bekerja di Huawei akhir musim panas ini. Universitas Shanghai Jiao Tong berada di peringkat ketiga di Tiongkok dan ke-89 secara global, menurut peringkat US News and World Report.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok tidak yakin tentang masa depan ekonominya saat ini. Kondisi ini berujung pada keengganan mempekerjakan pekerja muda yang biasanya perlu dilatih, terlepas dari sistem pendidikannya, kata Zhang.

Angka pengangguran kaum muda tetap tinggi selama tiga tahun terakhir, sementara tingkat pengangguran keseluruhan untuk orang-orang di kota secara resmi tetap jauh lebih rendah, mendekati 5%.

Berbanding terbalik dengan itu, tingkat pengangguran untuk orang berusia 16-24 tahun di Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi 27,4% pada April 2020, sebelum turun mendekati 7% tahun ini, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja AS.

Seorang lulusan tahun 2023 di Tiongkok mengatakan kelasnya kehilangan kesempatan kerja, karena perusahaan internet besar hanya mencari siswa saat ini (bukan lulusan) untuk memulai magang yang mungkin berubah menjadi pekerjaan. Sebaliknya ia mengatakan ketika masih mahasiswa, pandemi masih berlangsung dan ia belum mendengar peluang seperti itu.

“Saya merasa (situasi) pekerjaan kami jauh lebih sulit,” katanya dalam bahasa Mandarin, diterjemahkan CNBC.

Pertumbuhan Melambat

Rebound ekonomi Tiongkok dari pandemi telah melambat dalam beberapa bulan terakhir. Ekspor terus menurun, sementara sektor real estat yang masif juga belum berbalik arah.

Rencana perekrutan telah turun, menurut survei bulanan sebagian besar bisnis yang bukan milik negara, dijalankan oleh alumni Sekolah Pascasarjana Bisnis Cheung Kong yang berbasis di Beijing. Menurut survei tersebut, indeks perekrutan CKGSB turun menjadi 54,2 pada Juni, melanjutkan penurunan dari 64,6 di April.

Survei bisnis serupa untuk Mei oleh Caixin menemukan sedikit peningkatan dalam permintaan pekerja di sektor jasa. Tetapi rencana perekrutan pabrikan turun ke level terendah sejak Februari 2020. Bahkan di industri semikonduktor populer yang didukung pemerintah, pencarian pekerjaan semakin sulit.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia