Jumat, 15 Mei 2026

Banyak yang Berinvestasi di Luar Tiongkok

Penulis : Happy Amanda Amalia
10 Aug 2023 | 20:13 WIB
BAGIKAN
Bendera Tiongkok berkibar di depan gedung pencakar langit perusahaan multinasional pada 23 Februari 2018 di Shanghai, Tiongkok. (Foto: Vincent Isore / IP3 / Getty Images)
Bendera Tiongkok berkibar di depan gedung pencakar langit perusahaan multinasional pada 23 Februari 2018 di Shanghai, Tiongkok. (Foto: Vincent Isore / IP3 / Getty Images)

ZURICH, investor.id – Chief Executive Officer (CEO) Siemens Roland Busch mengatakan telah melihat perubahan pola investasi dari beberapa kliennya terkait Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Perubahan itu seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan RRT.

Menurut Siemens, yang merilis laporan pendapatan kuartal ketiga di bawah perkiraan, para klien makin ingin membangun fasilitas baru di luar Tiongkok. Pernyataan Busch itu juga menggaungkan sejumlah komentar dari grup teknik saingannya ABB bulan lalu.

Seperti diberitakan, ketegangan antara AS dengan Tiongkok telah meningkat pasca pemerintahan Presiden Joe Biden mengumumkan pembatasan baru pada Rabu (09/08/2023) terkait investasi teknologi AS di RRT.

ADVERTISEMENT

“Kami tidak melihat para klien kami pindah dari Tiongkok. Sebaliknya, kami melihat pelanggan kami, baik lokal maupun internasional, percaya pada pasar Tiongkok dan tetap tinggal di sana. Apakah mereka melakukan investasi tambahan dan baru di Tiongkok? Di sini kami melihat tren bahwa mereka lebih suka pergi ke tempat lain untuk melihat bagaimana melakukan diversifikasi dan meningkatkan ketahanan mereka,” demikian penjelasan Busch kepada awak media.

Meskipun Siemens masih berinvestasi di Negeri Tirai Bambu – pasar terbesar ketiganya – perusahaan Jerman ini juga membelanjakan lebih banyak anggarannya di wilayah lain di Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.

Namun, lanjut Busch, masih terlalu dini untuk melihat apa dampak dari langkah-langkah baru yang diumumkan Amerika Serikat, dan Perusahaan tetap mengikuti perkembangannya dengan cermat.

“Kami tidak melihat dampak langsung terhadap Siemens karena bidang yang dituju tidak terlalu berpengaruh terhadap kami. Ini lebih kepada teknologi tinggi, semikonduktor dan sejenisnya. Kami berharap pernyataan Pemerintah Amerika Serikat masih berlaku. Mereka berbicara tentang membangun pagar yang sangat kecil, tetapi sangat tinggi. Jadi mereka sangat selektif tentang teknologi apa yang mereka masukkan ke dalam jendela,” ungkapnya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 38 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia