Banyak yang Berinvestasi di Luar Tiongkok
ZURICH, investor.id – Chief Executive Officer (CEO) Siemens Roland Busch mengatakan telah melihat perubahan pola investasi dari beberapa kliennya terkait Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Perubahan itu seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan RRT.
Menurut Siemens, yang merilis laporan pendapatan kuartal ketiga di bawah perkiraan, para klien makin ingin membangun fasilitas baru di luar Tiongkok. Pernyataan Busch itu juga menggaungkan sejumlah komentar dari grup teknik saingannya ABB bulan lalu.
Seperti diberitakan, ketegangan antara AS dengan Tiongkok telah meningkat pasca pemerintahan Presiden Joe Biden mengumumkan pembatasan baru pada Rabu (09/08/2023) terkait investasi teknologi AS di RRT.
“Kami tidak melihat para klien kami pindah dari Tiongkok. Sebaliknya, kami melihat pelanggan kami, baik lokal maupun internasional, percaya pada pasar Tiongkok dan tetap tinggal di sana. Apakah mereka melakukan investasi tambahan dan baru di Tiongkok? Di sini kami melihat tren bahwa mereka lebih suka pergi ke tempat lain untuk melihat bagaimana melakukan diversifikasi dan meningkatkan ketahanan mereka,” demikian penjelasan Busch kepada awak media.
Meskipun Siemens masih berinvestasi di Negeri Tirai Bambu – pasar terbesar ketiganya – perusahaan Jerman ini juga membelanjakan lebih banyak anggarannya di wilayah lain di Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.
Namun, lanjut Busch, masih terlalu dini untuk melihat apa dampak dari langkah-langkah baru yang diumumkan Amerika Serikat, dan Perusahaan tetap mengikuti perkembangannya dengan cermat.
“Kami tidak melihat dampak langsung terhadap Siemens karena bidang yang dituju tidak terlalu berpengaruh terhadap kami. Ini lebih kepada teknologi tinggi, semikonduktor dan sejenisnya. Kami berharap pernyataan Pemerintah Amerika Serikat masih berlaku. Mereka berbicara tentang membangun pagar yang sangat kecil, tetapi sangat tinggi. Jadi mereka sangat selektif tentang teknologi apa yang mereka masukkan ke dalam jendela,” ungkapnya.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


