Jumat, 15 Mei 2026

Polandia Tuduh Rusia dan Belarus Manfaatkan Imigran untuk Mengganggu

Penulis : Grace El Dora
14 Aug 2023 | 15:48 WIB
BAGIKAN
Polandia telah mengumumkan penambahan pasukan ke perbatasan dengan Belarus. (Foto: Anadolu)
Polandia telah mengumumkan penambahan pasukan ke perbatasan dengan Belarus. (Foto: Anadolu)

WARSAWA, investor.id – Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki pada Minggu (13/8) mengatakan ketegangan di perbatasan antara Polandia dan Belarus merupakan akibat rencana bersama pemerintah Rusia dan Belarus untuk mengganggu stabilitas negaranya dan Uni Eropa (EU).

“Selama lebih dari dua tahun, Polandia telah mengalami serangan di perbatasan timurnya,” ungkap Morawiecki kepada harian Italia Corriere della Sera, dikutip Senin (14/8) oleh kantor berita Turki Anadolu.

Pada pekan lalu, otoritas Polandia mengatakan negara itu telah mengirim 10.000 tentara ke daerah perbatasan untuk meningkatkan keamanan dalam menghadapi provokasi yang meningkat di perbatasan dengan Belarus. Tuduhan ini telah dibantah oleh pihak berwenang Belarusia.

ADVERTISEMENT

Morawiecki menambahkan, pemerintah Rusia dan Belarus secara sengaja memanfaatkan imigran untuk menyerang struktur keamanan Polandia dan memecah belah persatuan UE.

Adapun jumlah imigran yang berusaha melintasi perbatasan secara ilegal dari Belarus ke Polandia tahun ini dikatakan mencapai sekitar 16.000 orang.

Polandia telah menghadapi gelombang migran yang melintasi perbatasan timurnya dengan Belarus sejak 2021. Warsawa menuding Minsk mengorganisir penyeberangan ilegal tersebut.

Terkait kelompok tentara bayaran Rusia Bernama Wagner yang saat ini dilaporkan berada di Belarus, Morawiecki mengatakan baru-baru ini ada lebih dari seratus petempur Wagner yang bergerak menuju Celah Suwalki, dekat perbatasan Polandia.

"Ini bisa menjadi fase selanjutnya dari serangan hibrida yang sedang berlangsung di Polandia. Kami telah melihat apa yang dapat mereka (tentara Wagner) lakukan di Afrika dan Ukraina," kata Morawiecki.

Ia menambahkan, petempur Wagner merupakan ancaman bagi negaranya karena mereka dapat menyamar sebagai penjaga perbatasan Belarus dan membantu imigran ilegal memasuki Polandia.

“Mereka juga dapat melatih imigran untuk memprovokasi dan menyerang badan-badan pemerintah Polandia. Mereka dapat mencoba melintasi perbatasan, berpura-pura menjadi imigran ilegal dan kemudian mencoba membuat negara kita tidak stabil,” tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia