Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Manfaatkan Sidang ASCC ke-30 Bahas Isu Pekerja Migran

Penulis : Grace El Dora
29 Aug 2023 | 21:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy memberikan keterangan pers usai memimpin sidang Dewan Menteri Pilar Sosial Budaya ASEAN ke-30 (The 30th ASEAN Socio-Cultural Community/ ASCC) 2023 di Jakarta.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy memberikan keterangan pers usai memimpin sidang Dewan Menteri Pilar Sosial Budaya ASEAN ke-30 (The 30th ASEAN Socio-Cultural Community/ ASCC) 2023 di Jakarta.

JAKARTA, investor.id – Indonesia memanfaatkan momen Sidang Dewan Menteri Pilar Sosial Budaya ASEAN ke-30 (The 30th ASEAN Socio-Cultural Community/ ASCC) 2023 di Jakarta untuk membahas isu pekerja migran.

Sidang yang dihadiri Menteri negara-negara ASEAN, sekretaris jenderal (sekjen) ASEAN, para pejabat tinggi ASCC, dan deputi sekjen ASCC tersebut akan membahas berbagai persoalan sosial budaya di kawasan.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy yang memimpin sidang mengungkapkan, salah satu agenda yang akan didorong saat siding umum ASEAN adalah isu berkaitan dengan pekerja migran.

ADVERTISEMENT

“Hari ini kami membahas tentang pilar sosial budaya, untuk nanti diadopsi pada KTT ke-43 ASEAN di Jakarta pada September mendatang. Salah satu topiknya yang akan kita bahas tadi mengenai pekerja keperawatan atau care worker,” ungkap Muhadjir dalam konferensi pers di The Langham, Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Sekjen ASEAN Dr. Kao Kim Hourn juga turut menghadiri pertemuan yang antara lain membahas arah strategis ASCC dalam membina dan memastikan ASEAN yang berketahanan, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia pun mengatakan, jika pertemuan tersebut juga sebagai ajang bertukar pandangan mengenai pembentukan ASCC pasca 2025 yang kuat dan inklusif.

"Pertemuan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas kepemimpinan yang kuat sebagai Ketua ASEAN 2023 dan Dewan ASCC, serta menegaskan komitmennya untuk mendukung Keketuaan Laos di ASEAN pada 2024," ungkap Sekjen ASEAN.

Staf Khusus Menko PMK bidang Kerja Sama Internasional Joko Kusnanto Anggoro mengungkapkan deklarasi dan pernyataan terkait permasalahan sosial budaya di ASEAN pada 2023 dianggap sangat produktif.

"Ada resonansi dengan program-program domestik, khususnya terkait pengentasan kemiskinan dan stunting, kemudian pemerataan pembangunan, isu gender, dan seterusnya," kata Joko.

Berbagai prestasi yang telah dicapai Indonesia dalam hal ini Kemenko PMK tersebut, juga akan direpresentasikan untuk diwujdukan di kawasan.

Selain itu, Joko mengatakan pihaknya juga berupaya menjadikan berbagai persoalan terkait sosial budaya menjadi salah satu pilar penting agar tetap berlanjut di kepemimpinan ASEAN pada periode berikutnya.

"Kami berharap di 2023 dan 2024, kita akan lebih aktif lagi di ASEAN untuk dapat mempromosikan isu sosiokultural," tutur Joko.

Di bawah Keketuaan Indonesia, Pilar Sosial Budaya ASEAN mempunyai lima focus. Antara lain isu pemberdayaan penyandang disabilitas, mitigasi perubahan iklim, penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, dan resiliensi berkelanjutan terhadap bencana.

Isu-isu prioritas tersebut dituangkan dalam dokumen yang akan disahkan oleh para kepala negara ASEAN pada pertemuan KTT ke-43 ASEAN pada 5-7 September 2023.

Dokumen-dokumen dimaksud adalah ASEAN Declaration on Disability-Inclusive Development and Partnership for a Resilient ASEAN Community, ASEAN Joint Statement on Climate Change to the 28th Conference of the Parties to the UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC COP-28), ASEAN Declaration on Gender Equality and Family Development, ASEAN Leaders’ Declaration on Early Childhood Care and Education in Southeast Asia, dan ASEAN Leaders’ Declaration on Sustainable Resilience.

Selain itu, Indonesia juga mengusulkan 13 dokumen lain di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, pembangunan jejaring desa, perlindungan sosial, lingkungan hidup, dan juga pendidikan. Sebelum dinaikkan ke tingkat kepala negara ASEAN, dokumen-dokumen tersebut akan terlebih dahulu dibahas dalam Sidang Dewan Menteri Pilar Sosial Budaya ASEAN atau ASCC ke-30.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia