Jumat, 15 Mei 2026

Taiwan Akan Mendapat Transfer Bantuan Militer AS US$ 80 Juta

Penulis : Happy Amanda Amalia
31 Aug 2023 | 12:52 WIB
BAGIKAN
Kantor berita Tiongkok, Xinhua merilis foto dua pesawat jet tempur Tiongkok Su-30 pada 6 Agustus 2016. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada Sabtu (26/08/2023) bahwa Tiongkok mengirim puluhan pesawat dan kapal ke pulau itu, beberapa hari setelah Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai US$ 500 juta ke Taiwan. (Foto: Jin Danhua/Xinhua via AP, File)
Kantor berita Tiongkok, Xinhua merilis foto dua pesawat jet tempur Tiongkok Su-30 pada 6 Agustus 2016. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada Sabtu (26/08/2023) bahwa Tiongkok mengirim puluhan pesawat dan kapal ke pulau itu, beberapa hari setelah Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai US$ 500 juta ke Taiwan. (Foto: Jin Danhua/Xinhua via AP, File)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menyetujui transfer bantuan militer untuk Taiwan di bawah program Pembiayaan Militer Asing atau Foreign Military Financing (FMF). Program ini biasanya digunakan untuk negara-negara berdaulat.

Ada pun isi surat pemberitahuan pemerintah yang dikirimkan ke Kongres pada Rabu (30/08/2023), bertujuan menginformasikan kepada komite kongres tentang niat Departemen Luar Negeri (Deplu) untuk mewajibkan dana FMF sebesar US$ 80 juta guna mendukung Taiwan.

“FMF akan digunakan untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri Taiwan melalui gabungan dan kombinasi kemampuan bertahan, serta meningkatkan kesadaran domain maritim dan kemampuan keamanan maritim,” demikian menurut pemberitahuan yang dikutip Reuters pada Kamis (31/08/2023).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan catatan, AS merupakan pemasok senjata paling penting bagi Taiwan. Bahkan, pada bulan lalu pemerintah mengumumkan paket bantuan senjata Taiwan senilai hingga US$ 345 juta.

Minggu lalu, Pemerintah AS juga menyetujui kemungkinan penjualan senilai US$ 500 juta ke Taiwan untuk sistem pencarian dan pelacakan inframerah pesawat jet tempur F-16, serta peralatan lainnya.

Menanggapi surat pemberitahuan itu, Kementerian Pertahanan Taiwan pun  mengucapkan terima kasih, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut soal bantuan tersebut. Pihaknya mencatat bahwa Amerika Serikat telah membantu memperkuat kemampuan tempur pulau itu di bawah kebijakan dan undang-undang yang ada.

Sedangkan surat pemberitahuan Taiwan pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Associated Press.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Republik, Michael McCaul pun mengatakan senang bahwa pemerintah akhirnya memberikan FMF kepada Taiwan.

“Senjata-senjata ini tidak hanya akan membantu Taiwan dan melindungi negara-negara demokrasi lainnya di kawasan ini, tetapi juga memperkuat postur penangkalan AS dan memastikan keamanan nasional kita dari PKT (Partai Komunis Tiongkok) yang semakin agresif," ujar McCaul dalam sebuah pernyataan.

Sebagai informasi, FMF – adalah rekening bantuan militer terbesar yang dikelola Deplu AS – yang diperuntukkan memberikan bantuan hibah, terutama kepada pemerintah asing guna pembelian peralatan pertahanan AS dan pelatihan militer di bawah program Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sales/FMS).

Salah seorang pejabat di Deplu telah memastikan soal pemberitahuan itu kepada Kongres dan mengatakan, keputusan untuk memberikan bantuan FMF kepada Taiwan tidak mencerminkan perubahan kebijakan AS.

Di sisi lain, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yang mengklaim pulau demokratis sebagai bagian dari wilayahnya, kembali memperingatkan untuk tidak melakukan “pertukaran resmi antara AS dengan Taiwan.

Sedangkan, otoritas Taiwan menolak klaim kedaulatan Tiongkok dan mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

Sebagai informasi, Tiongkok sudah berulang kali mengeluhkan kepada AS soal bantuan dan penjualan (perangkat) militer ke pulau tersebut. Menurut Kementerian Pertahanan RRT, militer AS harus menghentikan segala bentuk "kolusi militer" dengan pulau tersebut.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia