Jumat, 15 Mei 2026

Axiata dan Sinar Mas Dikabarkan Bahas Lagi Kemungkinan Merger XL (EXCL) & Smartfren (FREN)

Penulis : Grace El Dora
5 Sep 2023 | 14:56 WIB
BAGIKAN
Axiata Group. (Foto: Axiata Group Bhd)
Axiata Group. (Foto: Axiata Group Bhd)

JAKARTA, investor.id – Axiata Group Bhd dan Grup Sinar Mas dikabarkan tengah menghidupkan kembali pembicaraan yang dapat mengarah pada penggabungan usaha (merger) antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), mengutip beberapa sumber yang dilansir Bloomberg, Selasa (5/9/2023).

Axiata dan Sinar Mas disebut-sebut sedang membicarakan hal itu dengan advisor untuk membantu penjajakan potensi transaksi. Adapun opsi-opsi lain yang tengah dipertimbangkan adalah perjanjian berbagi jaringan dan kemitraan, kata sumber-sumber tersebut.

Saham XL Axiata (EXCL) telah naik sekitar 18% tahun ini dengan valuasi perusahaan yang kini mencapai US$ 2,2 miliar. Sementara itu, saham Smartfren (FREN) turun sekitar 18% dengan valuasi sekitar US$ 1,2 miliar.

ADVERTISEMENT

Pembicaraan itu, mengutip pernyataan sumber, masih dalam tahap awal dan belum ada kepastian kesepakatan apapun akan terjadi.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan, pihaknya wait and see terkait arah pembicaraan dan perkembangannya. Sedangkan seorang perwakilan Sinar Mas menyampaikan bahwa permintaan konfirmasi seharusnya ditujukan kepada Smartfren. Sementara itu, perwakilan XL Axiata mengatakan, pihaknya tidak dapat mengomentari spekulasi, menurut laporan Bloomberg.

Adapun Axiata kerap mencari kolaborasi dan kemitraan strategis dan berharap untuk tumbuh secara berkelanjutan di seluruh wilayah geografisnya, kata seorang juru bicara perusahaan.

Pembicaraan baru antara Axiata dan Sinar Mas akan mengikuti upaya-upaya lain yang gagal pada tahun-tahun sebelumnya.

XL Axiata memiliki 58 juta pelanggan per 30 Juni 2023, menurut presentasi keuangan terakhirnya. Axiata memiliki sekitar 66% saham EXCL. Sedangkan Smartfren memiliki sebanyak 36 juta pelanggan pada akhir 2022, mengutip laporan tahunannya.

Saat ini, industri telekomunikasi Indonesia tengah mengalami tren konsolidasi. Tahun lalu, CK Hutchison Holdings Ltd dan Ooredoo menggabungkan bisnis telekomunikasi mereka di Indonesia, yaitu Indosat (ISAT) dan Hutchison 3 Indonesia, dalam sebuah transaksi senilai US$ 6 miliar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia