Agustus, Ekspor dan Impor Tiongkok Turun
BEIJING, investor.id - Ekspor dan impor Tiongkok pada Agustus 2023 turun. Melemahnya permintaan luar negeri dan lemahnya belanja konsumen kembali menekan bisnis di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Dikutip Reuters, data bea cukai Tiongkok yang dilaporkan Kamis (7/9/2023) menunjukkan ekspor turun 8,8% pada bulan Agustus year on year (yoy). Angka itu lebih baik dari perkiraan jajak pendapat Reuters sebesar 9,2% dan lebih baik dari penurunan pada Juli sebesar 14,5%. Sementara itu, impor mengalami kontraksi sebesar 7,3%, lebih lambat dari perkiraan penurunan sebesar 9,0% dan penurunan bulan lalu sebesar 12,4%.
Meskipun angka-angka tersebut perdagangan tersebut mengalahkan ekspektasi para analis, angka-angka tersebut menunjukkan sektor manufaktur Tiongkok masih berada di bawah tekanan yang signifikan. Untuk itu, para pembuat kebijakan perlu fokus pada peningkatan permintaan domestik untuk menopang pertumbuhan, setelah pesanan ekspor dan suku cadang impor menghambat aktivitas pabrik pada bulan lalu.
Perekonomian beresiko meleset dari target pertumbuhan tahunan Pemerintah Tiongkok sebesar sekitar 5% karena para pejabat bergulat dengan memburuknya kemerosotan properti, lemahnya belanja konsumen dan jatuhnya pertumbuhan kredit, yang menyebabkan para analis menurunkan perkiraan untuk tahun ini.
Kepala Ekonom di Guotai Junan International Zhou Hao mengatakan, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa hambatan masih ada, meskipun ada sedikit perbaikan. “Ke depan, apakah pertumbuhan perdagangan Tiongkok telah mencapai titik terendahnya akan bergantung pada beberapa faktor, yang paling penting tentu saja adalah permintaan dalam negeri," jelasnya.
Pemerintah Tiongkok telah mengumumkan serangkaian langkah dalam beberapa bulan terakhir untuk menopang pertumbuhan, dengan pelonggaran beberapa aturan pinjaman pada minggu lalu oleh bank sentral dan regulator keuangan utama untuk membantu pembeli rumah.
Namun para analis memperingatkan langkah-langkah tersebut mungkin berdampak kecil karena pemulihan pasar tenaga kerja yang melambat dan ekspektasi pendapatan rumah tangga yang tidak menentu.
Pengiriman minyak mentah ke negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini meningkat 14,7% pada Agustus dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, turun 2,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara impor kedelai pada Agustus melonjak 17,9% dibandingkan tahun lalu, didorong oleh murahnya harga pada Agustus.
Tiongkok membukukan surplus perdagangan sebesar US$ 68,36 miliar pada bulan Agustus. Lebih lemah dari perkiraan US$ 73,80 miliar dan angka pada bulan Juli sebesar US$ 80,6 miliar.
“Karena rendahnya basis pada akhir tahun lalu, kemungkinan besar ekspor akan kembali tumbuh pada akhir tahun ini,” kata Nie Wen, ekonom di Hwabao Trust.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

