Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Positif, The Fed Diprediksi Tak Naikkan Suku Bunga

Penulis : Grace El Dora
12 Sep 2023 | 07:30 WIB
BAGIKAN
Trader bekerja di lantai Bursa Efek New York selama perdagangan pagi pada 4 Januari 2023 di New York City, Amerika Serikat. (Foto: Michael M. Santiago/Getty Images/AFP)
Trader bekerja di lantai Bursa Efek New York selama perdagangan pagi pada 4 Januari 2023 di New York City, Amerika Serikat. (Foto: Michael M. Santiago/Getty Images/AFP)

NEW YORK, investor.id – Investor menjalani hari yang positif untuk perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) di Wall Street. Ada konsensus di dalam The Federal Reserve (The Fed) untuk tidak menaikkan suku bunga bulan ini.

Saham Oracle turun 9% dalam perdagangan yang diperpanjang setelah rilis laporan keuangan menunjukkan pendapatan perusahaan meleset dari ekspektasi analis yang disurvei oleh LSEG, sebelumnya dikenal sebagai Refinitiv.

Namun perusahaan perangkat lunak database (database software company) tersebut mengalahkan perkiraan konsensus Wall Street untuk pendapatannya.

Pergerakan tersebut menyusul hari kemenangan di Wall Street. Komposit Nasdaq memimpin ketiga indeks dengan kenaikan 1,1%, sedangkan S&P 500 dan Dow menambahkan masing-masing sekitar 0,7% dan 0,3%. Ini merupakan sesi positif kedua bagi S&P 500 dan Nasdaq, serta sesi ketiga bagi Dow.

ADVERTISEMENT

Saham Tesla naik sekitar 10% di sesi tersebut menyusul peningkatan bullish Morgan Stanley, sementara Qualcomm menambahkan hampir 4% setelah produsen semikonduktor mengumumkan akan memasok modem 5G untuk ponsel pintar Apple hingga 2026.

Keuntungan lebih dari 1% di Walt Disney memberikan momentum kenaikan pada Dow. Kemajuan Disney terjadi setelah CNBC internasional mengutip sumber yang mengatakan raksasa hiburan itu mencapai kesepakatan dengan Charter Communications atas perselisihan yang menyebabkan gangguan kabel.

Investor akan memantau data usaha kecil yang akan dirilis Selasa (12/9). Namun banyak perhatian terfokus pada data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini. Indeks harga konsumen (CPI) diperkirakan dirilis pada Rabu (13/9) dan indeks harga produsen (PPI) dijadwalkan pada Kamis (14/9).

Kedua poin data tersebut muncul menjelang pertemuan kebijakan The Fed minggu depan. Sebanyak 93% pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan Senin malam, menurut FedWatch Tool dari CME Group.

The Wall Street Journal pada Minggu (10/9) melaporkan ada konsensus di dalam The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga bulan ini.

“Menu laporan ekonomi minggu ini menawarkan beberapa pembuka yang menggiurkan bagi para analis,” kata wakil presiden senior di Benjamin F. Edwards Pete Biebel, dikutip CNBC internasional, Selasa. Menurutnya, jika salah satu laporan tersebut lebih buruk dari ekspektasi, kemungkinan besar akan menyebabkan sedikit gangguan pasar.

Investor Bereaksi Terhadap Laporan Keuangan Terbaru

Sejumlah saham bergerak dalam perdagangan yang diperpanjang setelah melaporkan pendapatan.

Saham Oracle turun lebih dari 9% setelah penutupan menyusul laporan mixed untuk kuartal fiskal pertama. Perusahaan ini mengalahkan ekspektasi analis yang disurvei oleh LSEG untuk laba per saham sebesar 4 sen, menjadi US$ 1,19 ketika disesuaikan.

Namun pendapatannya sedikit di bawah konsensus, dengan Oracle membukukan US$ 12,45 miliar meskipun analis memperkirakan US$ 12,47 miliar.

Sementara itu, saham Casey's General Stores naik lebih dari 3%. Peritel tersebut melampaui ekspektasi pendapatan, membukukan US$ 4,52 per saham berdasarkan perkiraan konsensus US$ 3,36 dari analis yang disurvei oleh FactSet.

Hal ini mengalihkan perhatian dari pendapatan, dengan perusahaan melaporkan US$ 3,87 miliar, sementara Wall Street memperkirakan US$ 3,9 miliar.

Saham Berjangka Turun

Bursa berjangka turun pada Senin malam karena investor menjalani hari yang positif.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average kehilangan 30 poin, turun hampir 0,1%. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka keduanya turun tipis 0,1%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia