Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Diprediksi Turunkan Suku Bunga

Penulis : Happy Amanda Amalia
13 Sep 2023 | 11:52 WIB
BAGIKAN
Logo The Fed pada  Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )
Logo The Fed pada Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

WASHINGTON, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) sepertinya sudah selesai dengan kebijakan menaikkan suku bunga, dan ada kemungkinan memangkasnya sekitar satu poin persentase pada tahun depan. Demikian disampaikan beberapa kepala ekonom di bank-bank terbesar di Amerika Utara.

Menurut proyeksi terbaru yang dirilis Komite Penasihat Ekonomi American Bankers Association (ABA) pada Selasa (12/09/2023), meskipun AS mungkin terhindar dari resesi, pertumbuhan ekonomi akan melambat secara signifikan pada kuartal-kuartal mendatang dan mendorong naiknya angka pengangguran sekaligus menurunkan inflasi.

“Dengan melihat perkembangan inflasi yang telah ditunjukkan dan diantisipasi, mayoritas anggota komite percaya bahwa siklus pengetatan The Fed telah berjalan dengan sendirinya," ujar Simona Mocuta, ketua dari panel yang beranggotakan 14 orang dan kepala ekonom di State Street Global Advisors, yang dilansir Bloomberg.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, bank sentral AS diprediksi luas mempertahankan tingkat suku bunga pada pertemuan minggu depan. Walaupun para investor terbelah, mengenai apakah bank sentral akan menindaklanjutinya dengan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini.

Sebagai informasi, komite penasihat ABA terdiri atas para ekonom dari JPMorgan Chase & Co, Morgan Stanley, dan Wells Fargo & Co. Perkiraan mereka secara regular dipresentasikan kepada Gubernur The Fed Jerome Powell dan sesama anggota dewan bank sentral di Washington.

Dalam pandangan komite, pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan jadi kurang dari tingkat tahunan 1% dalam tiga kuartal mendatang. Hal ini merupakan respons atas penaikan suku bunga The Fed di masa lalu, dan pengetatan kondisi kredit. Demikian berdasarkan rerata prediksi mereka.

Sementara itu, angka pengangguran diproyeksikan naik dari 3,8% pada Agustus menjadi 4,4% di akhir tahun depan. Sedangkan, laju inflasi harga konsumen diperkirakan turun dari 3,2% pada Juli menjadi 2,2%.

“Sebagai konsensus komite, kemungkinan soft landing telah meningkat cukup dramatis dalam waktu dekat. Namun pada saat yang sama, masih banyak kekhawatiran mengenai seberapa berkelanjutan ketahanan luar biasa yang telah ditunjukkan oleh ekonomi sejauh ini,” kata Mocuta kepada para wartawan melalui Zoom, seraya menambahkan komite ini melihat kemungkinan terjadinya resesi tahun depan hanya di bawah 50%.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia