Kamis, 14 Mei 2026

Neuralink Milik Elon Musk Mulai Tanam Chip di Otak Manusia

Penulis : Grace El Dora
21 Sep 2023 | 14:21 WIB
BAGIKAN
Logo Neuralink dan foto Elon Musk terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 19 Desember 2022. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)
Logo Neuralink dan foto Elon Musk terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 19 Desember 2022. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan rintisan (startup) chip otak milik pengusaha miliarder Elon Musk, Neuralink, mengatakan akan segera memulai perekrutan untuk uji coba implan otak pertama pada manusia untuk pasien kelumpuhan. Pihaknya telah menerima persetujuan dari dewan peninjau independen untuk memulai langkah tersebut.

Pasien yang mengalami kelumpuhan akibat cedera tulang belakang leher atau sklerosis lateral amiotrofik mungkin memenuhi syarat untuk mengikuti penelitian ini. Namun tidak diungkapkan berapa banyak peserta yang akan didaftarkan dalam uji coba tersebut, yang akan memakan waktu sekitar enam tahun hingga rampung.

Penelitian ini akan menggunakan robot untuk memasang implan antarmuka otak komputer atau brain-computer interface (BCI) di wilayah otak yang mengontrol niat untuk bergerak, kata Neuralink. Perusahaan itu menambahkan, tujuan awalnya adalah memungkinkan orang mengendalikan kursor atau keyboard komputer menggunakan pikiran mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

Perusahaan tersebut sebelumnya berharap mendapat persetujuan untuk menanamkan perangkatnya pada 10 pasien.

Kini mereka menegosiasikan jumlah pasien yang lebih rendah dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat (AS) setelah badan tersebut mengangkat masalah keamanan, menurut karyawan saat ini dan mantan karyawan Neuralink. Tidak diketahui berapa banyak pasien yang akhirnya disetujui FDA.

Musk memiliki ambisi besar untuk Neuralink. Ia mengaku Neuralink akan memfasilitasi pemasangan perangkat chip secara cepat untuk mengobati kondisi seperti obesitas, autisme, depresi, dan skizofrenia.

Pada Mei, perusahaan tersebut mengatakan mereka telah menerima izin dari FDA untuk melakukan uji klinis pertama pada manusia ketika perusahaan tersebut sudah berada di bawah pengawasan federal atas penanganan uji coba pada hewan.

Sekalipun perangkat BCI terbukti aman untuk digunakan manusia, masih diperlukan waktu lebih dari satu dekade bagi perusahaan rintisan tersebut untuk mendapatkan izin penggunaan komersial, menurut para ahli.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia