Jumat, 15 Mei 2026

ADB Buka Peluang Pendanaan US$ 100 Miliar untuk Atasi Krisis di Asia Pasifik

Penulis : Arnoldus Kristianus
29 Sep 2023 | 16:29 WIB
BAGIKAN
Kantor Pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. (Foto: ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo/aa)
Kantor Pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. (Foto: ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo/aa)

JAKARTA, investor.id - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyetujui reformasi manajemen modal yang akan membuka kapasitas pendanaan baru senilai US$ 100 miliar untuk satu dekade ke depan. Dana tersebut guna mengatasi krisis yang terjadi secara bersamaan dan tumpang tindih di kawasan Asia Pasifik.

Ekspansi dana yang tersedia akan ditingkatkan lebih lanjut dengan memobilisasi modal swasta dan domestik untuk membangkitkan dana miliaran menjadi triliunan yang diperlukan untuk mengatasi krisis iklim.

Reformasi ini diperkenalkan melalui pembaruan Kerangka Kecukupan Modal (Capital Adequacy Framework/CAF) ADB. Pembaruan tersebut memperbesar kapasitas komitmen baru tahunan ADB menjadi lebih dari US$ 36 miliar–sebuah peningkatan sekitar US$ 10 miliar, atau sekitar 40%.

ADVERTISEMENT

“Reformasi penting ini akan secara signifikan memperluas kemampuan ADB untuk mendukung berbagai upaya pembangunan penting di Asia dan Pasifik, termasuk sumber daya lunak yang lebih besar bagi anggota-anggota kami yang rentan,” ujar Presiden ADB, Masatsugu Asakawa dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (29/9/2023).

Ekspansi tersebut dicapai dengan mengoptimalkan tingkat kapitalisasi ADB yang penuh kehati-hatian dengan tetap mempertahankan risiko yang dapat diterima secara keseluruhan. Reformasi juga menciptakan Penyangga Pinjaman Kontrasiklikal (Countercyclical Lending Buffer) untuk mendukung negara-negara berkembang anggota ADB (developing member countries/DMC) yang menghadapi krisis yang tak terduga.

Langkah-langkah tersebut, yang akan memungkinkan ADB menyediakan hingga US$ 360 miliar pembiayaan sendiri bagi DMC dan klien sektor swasta selama satu dekade ke depan, dirancang untuk memastikan ADB mempertahankan peringkat kredit AAA dan kemampuannya menyediakan pendanaan bagi DMC dengan biaya rendah dan jangka waktu yang panjang.

Reformasi, lebih jauh lagi melindungi peringkat kredit AAA ADB melalui pengenalan rencana pemulihan yang akan mencegah erosi modal selama periode tekanan keuangan. Adapun kerangka kerja kecukupan modal ADB ditinjau setiap 3 tahun.

Masatsugu Asakawa mengatakan, keputusan ini merupakan bagian dari tanggapan ADB terhadap seruan bank-bank pembangunan multilateral (MDBs) untuk melakukan lebih banyak hal dengan sumber daya yang ada, lebih cepat. Sumber daya tersebut akan membantu kawasan Asia dan Pasifik mengelola serangkaian krisis yang tumpang tindih, mengatasi ketidaksetaraan gender, dan memenuhi kebutuhan dasar dalam konteks tantangan eksistensial perubahan iklim.

“Kekuatan pinjaman ekstra ini akan diperluas dan ditingkatkan lebih lanjut dengan upaya-upaya baru untuk memobilisasi modal swasta dan domestik serta memaksimalkan dampak pekerjaan kami,” kata dia.

Mobilisasi Modal Swasta

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia