Jumat, 15 Mei 2026

Analis: Ada Batasan Seberapa Tinggi Imbal Hasil Obligasi AS

Penulis : Grace El Dora
5 Okt 2023 | 14:20 WIB
BAGIKAN
Segel perunggu untuk Departemen Keuangan diperlihatkan di Departemen Keuangan AS di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 20 Januari 2023. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
Segel perunggu untuk Departemen Keuangan diperlihatkan di Departemen Keuangan AS di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 20 Januari 2023. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

NEW YORK, investor.id – Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) sejak Selasa (3/10) membuat takut para investor. Kenaikan tersebut merupakan efek samping dari transisi pasar ke realitas baru berupa suku bunga yang lebih tinggi, namun akan ada batasan seberapa tinggi kenaikan imbal hasil ini.

Pernyataan ini dilontarkan Roger Aliaga-Diaz, kepala konstruksi portofolio global di grup strategi investasi Vanguard.

Lebih dari setahun setelah kampanye pengetatan kebijakan Federal Reserve (Fed), suku bunga kemungkinan akan berada pada titik yang lebih tinggi dibandingkan dengan era sebelum pandemi, katanya.

ADVERTISEMENT

“Suku bunga kebijakan netral sekarang lebih tinggi secara permanen, mungkin 3,5% atau 4%, dan itu memberi Anda batas yang lebih tinggi untuk obligasi 10 tahun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Aliaga-Diaz, seperti dikutip CNBC internasional pada Kamis (5/10).

Penyesuaian itu menghasilkan dua hasil.

“Pertama, hal ini sangat menyakitkan karena segala sesuatunya diatur ulang ke tingkat yang lebih tinggi ini. Dan (dua) pasar sedang mencerna berita ini selama beberapa minggu terakhir,” katanya.

Aliaga-Diaz mencatat, meskipun bank sentral telah mengkomunikasikan suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, terdapat juga batasan implisit mengenai seberapa tinggi suku bunga akan naik.

“Bisa jadi karena ketidakpastian dan volatilitas, Anda bisa melihat kenaikan 4% atau bahkan 5%,” katanya, mengenai imbal hasil Treasury tenor 10 tahun. Tetapi, pihaknya tidak melihatnya sebagai tingkat suku bunga yang permanen.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia