Analis: Ada Batasan Seberapa Tinggi Imbal Hasil Obligasi AS
NEW YORK, investor.id – Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) sejak Selasa (3/10) membuat takut para investor. Kenaikan tersebut merupakan efek samping dari transisi pasar ke realitas baru berupa suku bunga yang lebih tinggi, namun akan ada batasan seberapa tinggi kenaikan imbal hasil ini.
Pernyataan ini dilontarkan Roger Aliaga-Diaz, kepala konstruksi portofolio global di grup strategi investasi Vanguard.
Lebih dari setahun setelah kampanye pengetatan kebijakan Federal Reserve (Fed), suku bunga kemungkinan akan berada pada titik yang lebih tinggi dibandingkan dengan era sebelum pandemi, katanya.
“Suku bunga kebijakan netral sekarang lebih tinggi secara permanen, mungkin 3,5% atau 4%, dan itu memberi Anda batas yang lebih tinggi untuk obligasi 10 tahun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Aliaga-Diaz, seperti dikutip CNBC internasional pada Kamis (5/10).
Penyesuaian itu menghasilkan dua hasil.
“Pertama, hal ini sangat menyakitkan karena segala sesuatunya diatur ulang ke tingkat yang lebih tinggi ini. Dan (dua) pasar sedang mencerna berita ini selama beberapa minggu terakhir,” katanya.
Aliaga-Diaz mencatat, meskipun bank sentral telah mengkomunikasikan suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, terdapat juga batasan implisit mengenai seberapa tinggi suku bunga akan naik.
“Bisa jadi karena ketidakpastian dan volatilitas, Anda bisa melihat kenaikan 4% atau bahkan 5%,” katanya, mengenai imbal hasil Treasury tenor 10 tahun. Tetapi, pihaknya tidak melihatnya sebagai tingkat suku bunga yang permanen.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

