Jumat, 15 Mei 2026

Filipina Tuduh China Lancarkan Manuver Berbahaya di Laut China Selatan

Penulis : Grace El Dora
16 Okt 2023 | 20:11 WIB
BAGIKAN
Tentara Filipina menjadi perhatian di Pulau Thitu. (Foto: Erik De Castro/Reuters)
Tentara Filipina menjadi perhatian di Pulau Thitu. (Foto: Erik De Castro/Reuters)

THITU, investor.id – Otoritas Filipina menuduh China melakukan “manuver berbahaya” di Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan. Sebelumnya, sebuah kapal angkatan laut China membayangi kapal angkatan laut Filipina dan mencoba melintasi jalurnya.

Pihak Filipina mengatakan insiden itu terjadi pada 13 Oktober di dekat Pulau Thitu, yang dikenal sebagai Pulau Pag-asa di Filipina. BRP Benguet sempat mengeluarkan peringatan radio kepada Kapal 621 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN).

Kapal PLAN kemudian membayangi Benguet, yang sedang menjalankan misi pasokan. Tak sampai di situ, PLAN mencoba melintasi haluan kapal pada jarak 320 meter (m), kata Angkatan Bersenjata Filipina dalam sebuah pernyataan di media sosial Facebook.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengunggah video pertemuan tersebut.

Thitu, bagian dari rangkaian Kepulauan Spratly, diduduki oleh Filipina pada 1970-an dan kini menjadi rumah bagi 400 warga Filipina.

“Manuver (berbahaya) ini menimbulkan risiko signifikan terhadap keselamatan maritim, pencegahan tabrakan, dan bahaya bagi kehidupan manusia di laut,” kata Wakil Laksamana Alberto Carlos, kepala Komando Barat, dalam pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.

“China harus segera menghentikan tindakan tidak aman ini dan bertindak secara profesional dengan mematuhi hukum internasional,” tambahnya.

Filipina dan China, yang mengklaim hampir seluruh LCS, telah beberapa kali terlibat konflik dalam beberapa bulan terakhir di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Manila sepanjang 200 mil laut (370 kilometer).

Bulan lalu, penyelam dari Penjaga Pantai Filipina memindahkan penghalang terapung yang dipasang di Scarborough Shoal, yang direbut China dari Manila setelah kebuntuan selama berbulan-bulan pada 2012.

Jenderal Romeo Brawner, kepala staf Angkatan Bersenjata Filipina, mendesak pemerintah China untuk menghentikan “manuver berbahaya dan tindakan agresif terhadap kapal-kapal Filipina”. Menurutnya, langkah ini berisiko menyebabkan tabrakan dan membahayakan “nyawa anggota maritim dari kedua belah pihak”.

Beberapa insiden juga telah dilaporkan di Second Thomas Shoal selama misi pasokan ke Sierra Madre. Di terumbu tersebut, pihak Filipina sengaja berlabuh pada 1999 dalam upaya memperkuat klaimnya atas perairan tersebut. Perairan dangkal ini terletak sekitar 195 km barat laut Provinsi Palawan, Filipina.

Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag memutuskan pada 2016 bahwa klaim China atas Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum.

Namun pihak berwenang China mengabaikan keputusan tersebut, sementara tetap memperluas dan mengembangkan pos-pos militer di perairan yang disengketakan hingga mengerahkan armada penangkapan ikan, milisi maritim, dan penjaga pantai untuk menegaskan klaimnya.

Brunei Darussalam, Malaysia, Taiwan dan Vietnam juga mengklaim seluruh atau sebagian Laut China Selatan.

Pernyataan dari pemerintah Filipina menggambarkan kehadiran China di dekat Pulau Thitu adalah “ilegal” dan mengatakan tindakannya melanggar hukum internasional.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia