Jumat, 15 Mei 2026

Pidato Pemimpin Hizbullah Diprediksi Kobarkan Ketegangan dengan Israel

Penulis : Happy Amanda Amalia
2 Nov 2023 | 23:58 WIB
BAGIKAN
Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah (kanan) bertemu dengan Kepala Jihad Islam Palestina Ziad al-Nakhleh (tengah) dan Wakil Pemimpin Hamas Saleh al-Arouri, di Beirut, Lebanon pada 25 Oktober 2023. (Foto: Hezbollah Media Relations Office, via AP)
Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah (kanan) bertemu dengan Kepala Jihad Islam Palestina Ziad al-Nakhleh (tengah) dan Wakil Pemimpin Hamas Saleh al-Arouri, di Beirut, Lebanon pada 25 Oktober 2023. (Foto: Hezbollah Media Relations Office, via AP)

BEIRUT, investor.id – Lebanon dilaporkan dalam keadaan tegang menjelang pidato pemimpin Hizbullah Syed Hassan Nasrallah pada Jumat (03/11/2023), tentang perang Israel di Gaza. Muncul kekhawatiran penduduk dan para ahli bahwa pidato tersebut dapat mengobarkan ketegangan regional, jika Nasrallah berjanji untuk meningkatkan serangan terhadap Israel.

Menurut laporan pada Kamis (02/11/2023), pertempuran antara kelompok Hizbullah dan Israel telah meningkat di sepanjang perbatasan dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok bersenjata Lebanon mengklaim telah kehilangan 47 pejuangnya, sementara Israel mengatakan ada enam tentaranya telah terbunuh, dan sedikitnya enam warga sipil tewas.

Namun, beberapa orang percaya bahwa Nasrallah mungkin sedang mempersiapkan konstituennya di Lebanon selatan untuk menghadapi konflik yang makin intensif. Meskipun banyak yang khawatir bahwa perang dapat menjungkirbalikkan kehidupan mereka seperti yang terjadi di masa lalu.

ADVERTISEMENT

Ada pun, keterlibatan Hizbullah sekaligus mematahkan klaim bahwa senjatanya hanya digunakan untuk mempertahankan diri dari agresi Israel. Dan kini, tampaknya Nasrallah melihat krisis di Gaza sebagai kesempatan untuk memperbaiki citranya.

“Ini adalah momen Nasrallah. Jutaan orang Arab akan menyaksikan pidatonya di seluruh dunia. Mereka akan mendengarkan satu-satunya pemimpin di wilayah ini yang mampu berbicara soal kemarahan dan keputusasaan mereka, dengan mengatakan kepada mereka bahwa dia akan bertindak dan mendukung warga Palestina di Gaza, yang menghadapi ancaman pengusiran,” demikian penjelasan Mohannad Hage Ali, seorang ahli dari Carnegie Middle East Center di Lebanon, kepada Al Jazeera.

Sebagai informasi, sejak lama Lebanon Selatan sudah menderita lebih banyak akibat agresi Israel dibandingkan wilayah lain di negara ini – termasuk pendudukan Israel selama 15 tahun antara 1985 dan 2000.

“Bahkan di antara para pendukung (Nasrallah), ada orang-orang yang merasa bahwa (wilayah Selatan) selalu melawan Israel (di masa lalu) dan saat ini kami belum siap untuk berperang," ujar Mohamad, seorang warga Lebanon Selatan, yang dilansir Al Jazeera.

Kekerasan antara Israel dan Hizbullah meletus tak lama setelah Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap pos-pos militer Israel, dan warga sipil pada 7 Oktober 2023 yang menyebabkan sekitar 1.400 orang tewas. Israel pun membalas dengan menjatuhkan bom di Gaza tanpa henti dan melakukan invasi darat. 

Setelah 7 Oktober, Israel benar-benar memblokir masuknya makanan, bahan bakar, obat-obatan dan pasokan penting lainnya ke Gaza. Sementara beberapa truk bantuan yang membawa makanan dan obat-obatan diizinkan masuk melalui penyeberangan Rafah dengan Mesir dalam beberapa hari terakhir.

Tetapi Israel masih belum mengizinkan bahan bakar masuk ke daerah kantong tersebut, sehingga melumpuhkan rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan generator listrik untuk mengoperasikan mesin-mesin penyelamat nyawa.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan,  lebih dari 8.000 warga Palestina meninggal dunia, termasuk lebih dari 3.000 anak-anak. Banyak orang lain yang sekarat akibat pengepungan Israel, yang menurut beberapa ahli hukum merupakan kejahatan perang di bawah hukum internasional.

Meskipun ada seruan untuk gencatan senjata, Israel mengatakan tidak akan berhenti menyerang Gaza sampai mereka membasmi Hamas, yang membentuk apa yang disebut "poros perlawanan" dengan Hizbullah, kelompok-kelompok bersenjata Syiah lainnya di wilayah tersebut dan sponsor mereka, Iran.

Namun, menurut pandangan para analis, Nasrallah dapat memperingatkan Israel untuk mempertimbangkan kembali tujuannya.

"Saya yakin Hizbullah memandang konflik ini sebagai konflik eksistensial. Mereka berpikir bahwa jika Israel berhasil mencapai tujuannya dalam membasmi Hamas di Jalur Gaza, maka mereka akan berbalik dan menghadapi apa yang mereka lihat sebagai ancaman Hizbullah,” ungkap Hage Ali.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia