Jumat, 15 Mei 2026

Warga Gaza Hanya Makan Dua Potong Roti Sehari, Sekarang Butuh Air Bersih

Penulis : Happy Amanda Amalia
8 Nov 2023 | 00:21 WIB
BAGIKAN
Seorang warga Palestina mengisi cangkir dengan air minum selama pemboman Israel yang berlangsung di Jalur Gaza, Rafah pada Sabtu (28/10/2023). (Foto: AP Photo/Hatem Ali)
Seorang warga Palestina mengisi cangkir dengan air minum selama pemboman Israel yang berlangsung di Jalur Gaza, Rafah pada Sabtu (28/10/2023). (Foto: AP Photo/Hatem Ali)

NEW YORK, investor.id – Badan pengungsi Palestina atau UNRWA mengatakan bahwa rerata warga Palestina di Gaza hanya makan dengan dua potong roti Arab sehari. Namun, permintaan yang paling sering diserukan saat ini di jalan-jalan adalah air bersih.

Menurut Direkrut UNRWA untuk Gaza, Thomas White, PBB telah membantu memberikan tepung – bahan pembuat roti yang disimpan di wilayah itu – kepada  sekitar 89 toko roti di seluruh Gaza supaya dapat menyediakan roti bagi 1,7 juta penduduk. 

“Tetapi, sekarang orang-orang tidak hanya mencari roti. Mereka mencari air,” ungkapnya kepada para diplomat dari 193 negara anggota PBB lewat tautan video briefing dari Gaza, yang dilansir AP.

Wakil koordinator PBB untuk Timur Tengah Lynn Hastings, yang juga koordinator kemanusiaan untuk wilayah Palestina, menambahkan jika hanya satu dari tiga jalur suplai air dari Israel yang beroperasi.

ADVERTISEMENT

“Banyak orang yang mengandalkan air tanah yang payau atau asin, jika ada,” tutur dia.

Dalam briefing itu pula, Kepala Kemanusiaan PBB Martin Griffiths menyampaikan jika negosiasi intensif sedang berlangsung antara pihak berwenang dari Israel, Mesir, Amerika Serikat (AS) dan PBB untuk mengijinkan bahan bakar masuk ke Gaza.

“Bahan bakar sangat penting untuk berfungsinya lembaga-lembaga, rumah sakit, serta distribusi air dan listrik. Kita harus mengizinkan pasokan ini masuk secara andal, berulang-ulang dan bergantung ke Gaza,” katanya.

Hastings menambahkan, generator cadangan – yang berperan sangat penting untuk menjaga rumah sakit – pabrik desalinasi air, fasilitas produksi makanan, dan layanan penting lainnya tetap beroperasi, satu per satu telah berhenti beroperasi karena habisnya persediaan bahan bakar.

Warga Gaza Hanya Makan Dua Potong Roti Sehari, Sekarang Butuh Air Bersih
Warga Palestina menjarah sebuah truk berisi bantuan kemanusiaan di dekat penyeberangan perbatasan Rafah di Jalur Gaza, pada Kamis (02/11/2023). (Foto: AP Photo/Hatem Ali)

Masih ada masalah penting lainnya, kata White, di mana limbah tidak diolah dan malah dipompa ke laut. Tetapi faktanya, dikutip dari para pekerja kota, ketika bahan bakar habis, limbah tersebut akan mengalir di jalanan.

“Selain itu, gas untuk memasak yang dibawa ke Gaza dari Mesir oleh sektor swasta sebelum perang semakin langka. Organisasi bantuan seperti UNRWA tidak akan dapat masuk dan meniru jaringan distribusi oleh sektor swasta untuk barang yang sangat penting ini,” katanya menjelaskan.

Tidak Ada Tempat Aman

Dalam penjelajahan ke seluruh Gaza beberapa minggu terakhir, White mengungkap bahwa wilayah ini ibarat tempat kematian dan kehancuran.

“Tidak ada tempat yang aman sekarang, dan orang-orang takut dengan kehidupan mereka, masa depan mereka dan kemampuan mereka untuk memberi makan keluarga mereka,” ujarnya.

Menurut White, hampir 600.000 orang berlindung di 149 fasilitas UNRWA, sebagian besar di antaranya adalah sekolah-sekolah. Tetapi UNRWA telah kehilangan kontak dengan banyak orang di bagian utara, karena operasi darat dan udara Israel yang intens menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

“Rata-rata 4.000 pengungsi di Gaza tinggal di sekolah-sekolah tanpa sumber daya untuk menjaga sanitasi yang layak. Kondisinya sangat memprihatinkan, di mana perempuan dan anak-anak tidur di ruang kelas dan laki-laki tidur di tempat terbuka, katanya.

White mengatakan, PBB tidak dapat memberikan keamanan bagi mereka setelah lebih dari 50 fasilitas UNRWA terkena dampak konflik, termasuk lima serangan langsung.

“Pada hitungan terbaru, 38 orang telah meninggal di tempat penampungan kami. Saya khawatir dengan pertempuran yang terjadi di utara saat ini, jumlah itu akan bertambah secara signifikan," katanya.

Warga Gaza Hanya Makan Dua Potong Roti Sehari, Sekarang Butuh Air Bersih
Warga Palestina tiba untuk mengambil air minum selama pemboman Israel di Jalur Gaza, Rafah pada Sabtu, 28 Oktober 2023. (Foto: AP Photo/Hatem Ali)

Griffiths juga menyampaikan, 72 anggota staf UNRWA telah tewas sejak 7 Oktober 2023. “Saya pikir ini adalah jumlah tertinggi staf PBB yang tewas dalam sebuah konflik,” pungkasnya.

Ia menambahkan, jumlah korban tewas di Gaza yang dicatat Kementerian Kesehatan mencapai lebih dari 9.000 orang atau empat kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah korban tewas selama konflik 50 hari antara Israel dan Hamas di Gaza pada 2014 – di mana lebih dari 2.200 orang Palestina terbunuh.

“Jumlah korban yang sebenarnya baru akan muncul setelah bangunan-bangunan dibersihkan dan puing-puing disingkirkan,” ujarnya.

Griffiths turut menyerukan jeda kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada jutaan orang. Ia juga mendesak pembebasan segera semua sandera dan perlindungan terhadap semua warga sipil oleh kedua belah pihak seperti yang disyaratkan dalam hukum kemanusiaan internasional.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres telah berulang kali menyerukan gencatan senjata penuh. Sementara Riyad Mansour, duta besar Palestina untuk PBB, mengkritik Griffiths karena berbicara tentang jeda kemanusiaan – yang juga didesak oleh Amerika Serikat (AS)..

“Ini artinya, Israel terus membunuhi warga Palestina, tetapi memberi kami waktu beberapa jam setiap saat, untuk mendapatkan makanan dan barang-barang lainnya,” kata Mansour.

Ia menyebut gencatan senjata sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Apalagi, hampir 50% dari semua bangunan di Jalur Gaza telah dihancurkan oleh Israel dan situasi bagi warga Palestina tidak dapat dipahami dan tidak dapat digambarkan.

“Hal ini menuntut kita semua untuk melakukan segala sesuatu yang kita bisa untuk menghentikannya," katanya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia