Usai Bertemu Jokowi, Joe Biden Semakin Keras ke Israel
JAKARTA, investor.id – Tak berselang lama setelah bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menunjukkan sikap yang semakin keras terhadap Israel terkait serangan pasukan Israel di Gaza, Palestina. Biden menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa menduduki Gaza adalah kesalahan besar.
“Saya telah menjelaskan kepada Israel, saya pikir adalah kesalahan besar jika berpikir bahwa mereka (Israel) akan menduduki Gaza dan mempertahankan Gaza. Menurutku itu tidak (akan) berhasil,” kata Biden pada konferensi pers di San Francisco, dikutip Jumat (17/11/2023).
Biden pun menyatakan keyakinannya bahwa konflik antara Israel dan Hamas tidak akan berakhir tanpa terciptanya solusi dua negara. “Saya bukan peramal, saya tidak bisa mengatakan berapa lama ini akan bertahan, tetapi saya bisa katakan, saya pikir ini tidak akan berakhir hingga tercipta solusi dua negara,” ujar dia.
Presiden AS ini mengatakan bahwa dirinya bakal melakukan segala upaya untuk membebaskan para sandera dari Gaza, tetapi itu tidak berarti dia mengirimkan pasukan AS ke Gaza.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza sebagai tanggapan terhadap serangan kelompok Hamas Palestina. Sejak kejadian itu, jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza terus bertambah hingga lebih dari 11.500 orang.
Pertemuan Jokowi-Biden
Di kesempatan sebelumnya pada Senin (13/11/2023), Biden menyambut Presiden Joko Widodo di Gedung Putih, Washington DC, AS. Dalam pertemuan itu, Biden mengucapkan terima kasih atas keramah-tamahan Jokowi ketika mengunjungi Bali beberapa waktu lalu, sehingga perlu bagi dirinya ikut menyambut Jokowi dengan baik saat berada di AS.
“Hari ini kita meningkatkan hubungan kita ke tingkat tertinggi dengan berbicara mengenai kemitraan yang tertinggi, yaitu kemitraan strategis komprehensif. Dan ini menandai era baru dalam kerja sama antara Indonesia dan AS dalam segala hal,” kata Biden.
Biden mengatakan, peningkatan kerja sama yang dimaksud yaitu hal keamanan, khususnya keamanan laut. Termasuk dalam rangka membangun rantai pasok yang aman dan tangguh, hingga kolaborasi lebih dalam menyangkut krisis iklim.
“Saya sudah singgung sebelumnya bahwa Indonesia adalah pemain penting di dalam transisi energi bersih. Kami juga akan bekerja sama dengan Asean untuk memajukan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, aman, makmur. Saya juga menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan Bapak (Jokowi) di Asean tahun ini,” ucap Biden.
Respons Jokowi
Merespons Biden, Jokowi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa AS merupakan salah satu mitra terpenting bagi Indonesia dan sepakat untuk meningkatkan kemitraan tersebut menjadi kemitraan strategis. Namun yang paling penting juga, kemitraan ini perlu dimaknai sebagai prioritas kerja sama ekonomi, termasuk dalam hal rantai pasok.
Di samping itu, Jokowi juga berharap lebih kepada Joe Biden untuk dapat menggunakan pengaruh besarnya kepada Israel agar menghentikan serangan ke Gaza, Palestina. Permintaan ini utamanya mengingat faktor kemanusiaan.
“Indonesia juga berharap kemitraan kita dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran regional dan global. Oleh karena itu, Indonesia berharap AS bisa berbuat lebih banyak untuk menghentikan serangan di Gaza. Ini harus dihentikan demi kemanusiaan,” demikian disampaikan Jokowi kepada Biden.
Sebelum bertemu Biden terutama dalam sidang darurat Majelis Umum PBB pada 26 Oktober 2023 lalu, Jokowi melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi juga menegaskan bahwa eskalasi kekerasan di jalur Gaza sebagai tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Oleh karena itu, PBB harus mendorong upaya gencatan senjata antara Israel dan Palestina.
Dalam KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, Arab Saudi pada 11 November 2023, Jokowi juga mengajak 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.
“Saat KTT saya menyampaikan secara jujur bahwa dunia seolah tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina, sehingga saya mengajak negara-negara anggota OKI untuk bersatu dan berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina,” kata Jokowi.
Dalam KTT Luar Biasa OKI, Jokowi juga meminta agar negara-negara OKI ikut serta mendesak gencatan senjata. Selain itu, Israel harus segera menghentikan serangan terhadap fasilitas publik dan kegiatan kemanusiaan di Gaza agar bantuan kemanusiaan dapat dipercepat.
Hasil KTT OKI di Riyadh tersebut kemudian dibawa Jokowi dalam agenda pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih pada 13 November 2023. Menurut Jokowi, pertemuan tersebut merupakan kesempatan baik untuk langsung menyampaikan hasil KTT OKI di Riyadh yang mencerminkan solidaritas negara-negara OKI untuk membela keadilan dan kemanusiaan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler


