Nissan Investasi US$ 1,4 Miliar untuk 2 Model EV Baru di Inggris
LONDON, investor.id – Nissan mengatakan pihaknya akan menginvestasikan 1,12 miliar pound sterling (US$ 1,4 miliar) untuk membangun versi listrik dari dua model crossover populer di pabriknya di Inggris. Ini menjadi dorongan baru bagi industri otomotif Inggris di tengah peralihan ke kendaraan listrik (electric vehicle/ EV).
Produsen mobil Jepang tersebut menyampaikan rencananya untuk versi listrik Qashqai dan Juke, yang saat ini diproduksi di pabrik Sunderland. Perusahaan akan membutuhkan investasi hingga 2 miliar pound pada pabrik baterai ketiga di Inggris dan proyek infrastruktur.
Nissan tidak memberikan rincian tambahan mengenai investasi tersebut.
Produsen mobil terbesar ketiga di Jepang itu mengatakan akan mengumumkan nama model EV baru dan waktu peluncuran produksinya di kemudian hari.
“Dengan hadirnya versi listrik dari model inti Eropa kami, kami mempercepat menuju era baru bagi Nissan,” kata CEO Makoto Uchida dalam pernyataan resminya, Jumat (24/11).
Nissan telah membuat model Leaf listriknya di Sunderland selama bertahun-tahun dan akan terus melakukannya
Produsen mobil tersebut juga mengumumkan investasi sebesar US$ 1,4 miliar pada 2021 untuk membangun pabrik baterai kedua berkapasitas sembilan gigawatt-jam (GWh) di Sunderland dengan mitra China Envision AESC. Produsen mobil tersebut sudah memiliki satu pabrik baterai kecil di Inggris yang memasok Leaf.
Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak mengatakan investasi tersebut merupakan mosi percaya besar-besaran terhadap industri otomotif Inggris.
“Menjadikan Inggris tempat terbaik untuk melakukan bisnis adalah inti dari rencana ekonomi kami,” tambahnya.
Nissan berencana hanya menawarkan mobil listrik sepenuhnya di Eropa pada 2030.
Awal tahun ini, Nissan menaikkan targetnya untuk model kendaraan listrik untuk mengejar pesaingnya di segmen yang didominasi oleh pendatang baru seperti Tesla. Nissan mengatakan akan meluncurkan 19 model kendaraan listrik baru pada 2030.
Pengumuman produksi Nissan EV disampaikan hanya beberapa bulan setelah Tata Motors India mengatakan akan menginvestasikan 4 miliar pound di pabrik baterai EV Inggris untuk memasok pabrik Jaguar Land Rover.
Pakar industri menggambarkan pabrik baterai Tata sebagai kemajuan yang baik. Namun pihaknya berpendapat Inggris membutuhkan lebih banyak kapasitas produksi baterai kendaraan listrik untuk mempertahankan industri otomotif yang layak dan berkembang.
(US$ 1 = 0,8025 pound)
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






