Jumat, 15 Mei 2026

Bank Sentral Eropa dan Inggris Kompak Pertahankan Suku Bunga Acuan

Penulis : Indah Handayani
15 Des 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Patung Euro berdiri di depan bekas markas Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman pada 23 Mei 2023. ECB merayakan tanggal pendiriannya 25 tahun lalu. (Foto: AP/Michael Probst)
Patung Euro berdiri di depan bekas markas Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman pada 23 Mei 2023. ECB merayakan tanggal pendiriannya 25 tahun lalu. (Foto: AP/Michael Probst)

LONDON, investor.id – Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) kompak mempertahankan suku bunga acuan pada Kamis (14/12/2023). Dengan demikian, ECB mempertahankan suku bunga acuan pada rekor tertinggi sebesar rentang 4,5 - 4,75%  dalam dua pertemuan beruntun. Sedangkan BoE mempertahankan suku bunga berada di 5,25% untuk pertemuan ketiga berturut-turut.

Dikutip dari CNBC internasional, tidak hanya mempertahankan suku bunga, ECB juga merevisi perkiraan pertumbuhannya lebih rendah dan mengumumkan rencana untuk mempercepat penyusutan neraca keuangannya.  

“Dalam keputusannya nanti, Dewan akan memastikan bahwa tingkat suku bunga yang akan ditetapkan pada tingkat yang cukup restriktif selama yang diperlukan,” demikian pernyataan ECB. Namun, ECB mengubah Bahasa seputar inflasi dari ‘diperkirakan akan tetap terlalu tinggi dalam jangka waktu yang terlalu lama’ menjadi ‘menurun secara perlahan selama tahun depan’.

ADVERTISEMENT

Proyeksi makro ekonomi terbaru menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) riil rata-rata meningkat 0,6% pada 2023, dari perkiraan sebelumnya 0,7%. Mereka memperkirakan PDB akan meningkat sebesar 0,8% pada 2024, dari sebelumnya 1%. Perkiraan untuk 2025 tidak berubah, yaitu 1,5%.

Sementara itu, inflasi umum diperkirakan rata-rata sebesar 5,4% pada 2023, 2,7% pada 2024, dan 2,1% pada 2025. Sebelumnya ECB memperkirakan angka inflasi sebesar 5,6% pada tahun ini, 3,2% pada 2024, dan 2,1% pada 2025. ECB kini juga merilis perkiraan baru untuk 2026 sebesar 1,9%.

ECB mengingatkan, tekanan harga dalam kawasan tersebut masih tinggi, terutama karena pertumbuhan biaya tenaga kerja. Para anggota memperkirakan inflasi inti, tidak termasuk energi dan pangan, rata-rata sebesar 5% tahun ini dan 2,7% pada 2024, 2,3% pada 2025, dan 2,1% pada 2026.

Sementara itu, BoE menegaskan, meski mempertahankan suku bunganya, kebijakan moneter ‘kemungkinan perlu dilakukan pembatasan untuk jangka waktu yang lama’.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia