Jumat, 15 Mei 2026

Rencana Israel Pasca Perang Gaza Ditolak Inggris

Penulis : Grace El Dora
24 Feb 2024 | 14:47 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Persemakmuran dan Pembangunan Inggris David Cameron. (Foto: ANTARA/Anadolu)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Persemakmuran dan Pembangunan Inggris David Cameron. (Foto: ANTARA/Anadolu)

WASHINGTON, investor.id – Rencana Israel pasca perang di Gaza ditolak oleh pemerintah Inggris, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Cameron. Menurutnya, rencana Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk Gaza pasca perang "tidak akan berhasil".

Cameron menyampaikan hal ini saat ia berpidato tentang Ukraina dalam pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Jika Anda memikirkannya dari kedua sisi, Israel perlu melihat keamanannya terjamin. Rakyat Palestina perlu melihat adanya prospek sebuah negara Palestina, sehingga mereka dapat hidup bermartabat," ujar Cameron di Markas PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Jumat (23/2). "Kedua hal itu adalah kuncinya. Dan jika hal tersebut tidak ada dalam rencana, maka saya tidak yakin rencana itu akan berhasil," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Pernyataannya muncul setelah Netanyahu mengusulkan rencana kendali penuh keamanan Israel tidak terbatas di Gaza. Kepada Kabinet ia mengatakan, penutupan badan Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) menjadi bagian dari rencananya ketika perang di Gaza selesai.

Cameron menambahkan cakrawala politik baru diperlukan bagi rakyat Palestina, sehingga mereka dapat melihat jalan menuju solusi dua negara.

"Tapi kami akan membutuhkan mereka yang bertanggung jawab atas 7 Oktober, yaitu kepemimpinan Hamas, untuk meninggalkan Gaza dan kami perlu melihat infrastruktur teror itu dibongkat," ujar Cameron.

Kantor berita Turki Anadolu menanyakan apakah pemerintah Inggris berencana menangguhkan ekspor senjata ke Israel. Ada pula kekhawatiran Inggris mungkin terlibat dalam kejahatan perang Israel terhadap Gaza, karena bantuannya kepada Israel.

Cameron Menjawab pemerintah Inggris memiliki "salah satu sistem yang paling ketat" untuk ekspor senjata ke mana pun di dunia.

"Dan semuanya harus terjadi mengingat posisi hukum humaniter internasional, yang kami kaji secara rutin dan akan terus kami lakukan," pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia