Bangsal Rumah Sakit Dipenuhi Anak-anak Gaza yang Kelaparan
GAZA, investor.id – Para dokter dan badan-badan bantuan internasional mengatakan bahwa Gaza tengah dilanda kekurangan makanan, obat-obatan dan air bersih. Hal ini terjadi setelah selama lima bulan lamanya militer Israel melakukan serangan via darat dan udara untuk membalas kelompok Hamas.
Berdasarkan hasil evaluasi pengawas kelaparan dunia, Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu atau Integrated Food Security Phase Classification (IPC), tanpa ada tindakan segera maka kelaparan diprediksi melanda antara Februari dan Mei di Gaza utara, di mana 300.000 orang terjebak di dalam pertempuran.
Ada pun skenario yang paling mungkin terjadi dalam evaluasi itu, adalah tingkat malnutrisi akut dan kematian sangat kritis akan segera terjadi pada lebih dari dua pertiga penduduk di bagian utara.
Sebagai informasi, IPC terdiri dari badan-badan PBB dan kelompok-kelompok bantuan global.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengungkapkan Rumah Sakit (RS) Kamal Adwan telah merawat sebagian besar dari 27 anak di antaranya dilaporkan meninggal dunia akibat kekurangan gizi dan dehidrasi dalam beberapa pekan terakhir.
Seorang pasien bernama Fadi al-Zant (6 tahun), salah satu yang dirawat di RS Kamal Adwan, di Gaza utara tampak dalam kondisi yang tidak baik. Tubuhnya yang dahulu terlihat sehat, kini menderita kekurangan gizi akut dan hanya bisa terbaring di tempat tidur, dengan tulang rusuknya terlihat menonjol serta mata cekung. Kaki Fadi yang kurus, bahkan sudah tidak mampu menopang tubuhnya untuk berjalan.
Foto-foto Fadi dari masa sebelum perang menunjukkan seorang anak yang tersenyum dan tampak sehat, berdiri dengan celana jins biru di samping kembarannya yang lebih tinggi dengan rambut disisir. Sebuah klip video pendek menunjukkan dia menari di sebuah pesta pernikahan dengan seorang gadis kecil.
Menurut Shimaa al-Zant, ibunda dari Fadi, putranya menderita cystic fibrosis – salah satu penyakit genetika yang menyebabkan lender-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket.
Sebelum konflik Israel-Hamas, Fadi mengonsumsi obat Creon yang tidak lagi bisa didapatkan oleh keluarganya, dan mengonsumsi berbagai jenis makanan yang tidak lagi tersedia di daerah kantong Palestina.
"Kondisi Fadi mulai memburuk sekitar dua bulan yang lalu dan dia dirawat di rumah sakit Kamal Adwan. Dia makin lemah dan terus kehilangan kemampuannya untuk melakukan banyak hal. Dia tidak bisa lagi berdiri. Ketika saya membantunya berdiri, dia langsung jatuh,” ungkap Zant dalam rekaman video yang diterima Reuters dari pekerja lepas.
Pihak Kementerian kesehatan menambahkan, ada beberapa pasien lain meninggal di Rumah Sakit al-Shifa di Gaza City, yang juga berada di bagian utara, dan di kota Rafah di bagian selatan, di mana badan bantuan PBB mengatakan lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari serangan Israel.
Laporan pandangan mata Reuters menyaksikan ada 10 anak dengan gizi buruk, saat melakukan kunjungan pekan lalu ke pusat kesehatan al-Awda di Rafah. Reuters juga memperoleh akses tanpa hambatan untuk masuk ke bangsa-bangsal di rumah sakit itu dengan bantuan staf perawat.
Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen kematian yang dilaporkan oleh Kementerian kesehatan.
Sementara ketika Reuters meminta tanggapan soal kematian anak-anak akibat kelaparan dan dehidrasi, COGAT Israel tidak merespons pertanyaan tersebut. Badan militer yang bertugas menangangi pengiriman bantuan ke Gaza itu hanya mengatakan tidak membatasi jumlah bantuan yang bisa masuk.
Terkait hasil evaluasi IPC, juru bicara Pemerintah Israel, Eylon Levy menjawab dengan unggahan di platform X bahwa jumlah truk makanan telah meningkat pada Maret dan Israel mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan upaya pengiriman ke utara.
“Ini adalah penilaian yang buruk, berdasarkan pada gambaran yang sudah ketinggalan zaman,” katanya mengomentari evaluasi IPC.
Di sisi lain, Administrator USAID Samantha Power menyampaikan pernyataan terbuka bahwa penilaian IPC menandai tonggak sejarah yang mengerikan. Ia meminta Israel untuk membuka lebih banyak jalur darat, dan mengoperasikan penyeberangan dengan kapasitas penuh.
Menanggapi pertanyaan dari Reuters mengenai laporan IPC, pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang dunia dan mengupayakan pembunuhan terhadap rakyat Palestina di Gaza dengan bom dan kelaparan.
Sedangkan pihak berwenang AS enggan menanggapi permintaan komentar.
Badan-badan bantuan PBB mengatakan hambatan besar untuk memindahkan bantuan ke bagian utara Gaza hanya dapat diatasi dengan gencatan senjata, dan pembukaan penyeberangan perbatasan yang ditutup oleh Israel setelah 7 Oktober 2023.
Mengungsi
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

