Jumat, 15 Mei 2026

Bangsal Rumah Sakit Dipenuhi Anak-anak Gaza yang Kelaparan

Penulis : Happy Amanda Amalia
20 Mar 2024 | 12:44 WIB
BAGIKAN
Fadi al-Zant (6 tahun), seorang anak Palestina yang mengalami malnutrisi, terbaring di tempat tidur di rumah sakit Kamal Adwan, pada Minggu (10/03/2024). (REUTERS/Osama Abu Rabee)
Fadi al-Zant (6 tahun), seorang anak Palestina yang mengalami malnutrisi, terbaring di tempat tidur di rumah sakit Kamal Adwan, pada Minggu (10/03/2024). (REUTERS/Osama Abu Rabee)

Ibunda Fadi, Zant mengungkapkan bahwa sebelum perang makanan favorit Fadi adalah shawarma ayam – sebuah hidangan panggang khas Levantine. Fadi juga makan banyak buah dan minum susu.

Tetapi saat perang meletus, tambah Zant, keluarga Fadi melarikan diri dari rumah mereka di distrik al-Nasr, Gaza City yang mengalami kerusakan parah akibat pemboman. Mereka juga sudah mengungsi empat kali sebelum tiba di Beit Lahia.

Perang ini turut berdampak pada ketidaktersediaan Creon, obat yang dibutuhkan oleh penderita cystic fibrosis untuk menambah enzim pankreas guna membantu mencerna makanan. Akibatnya, Fadi terkadang mengalami diare 10 kali dalam satu malam.

“Sebelum perang, berat badan anak ini mencapai 30kg. Sekarang beratnya hanya 12kg (26 lb), kata ibunya.

ADVERTISEMENT

COGAT sendiri tidak menanggapi pertanyaan tentang ketersediaan Creon, tetapi mengatakan bahwa Israel tidak menolak satu pun pengiriman pasokan medis.

Di sisi lain, Reuters tidak dapat secara independen memastikan apakah ada pengiriman yang diblokir, atau memverifikasi dengan pejabat rumah sakit sejauh mana pasokan Creon terganggu.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan kurangnya obat berkontribusi pada memburuknya kondisi anak-anak yang meninggal.

Selain anak-anak seperti Fadi yang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, risiko juga meningkat dengan cepat bagi banyak anak lainnya di Gaza, kata badan-badan PBB.

Badan PBB untuk anak-anak, Unicef menyampaokan pada Jumat (15/03/2024)  bahwa hampir 1 dari 3 anak di bawah usia dua tahun di Gaza utara menderita malnutrisi akut, dua kali lebih banyak dari Januari.

Di tempat penampungan dan pusat kesehatan yang dikunjungi oleh Unicef dan mitranya, 4,5% anak-anak mengalami kekurangan gizi parah. Yag mana ini adalah bentuk malnutrisi paling mengancam jiwa.

“Kecuali jika pertempuran berhenti dan badan-badan bantuan memiliki akses penuh ke seluruh Gaza, maka ratusan atau bahkan ribuan anak lagi dapat meninggal karena kelaparan,” ujar Direktur Eksekutif Unicef, Catherine Russell dalam pernyataan bersama dengan Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP), Selasa.

Jika Israel melanjutkan serangan yang dijanjikan di Rafah maka 1,1 juta orang di Gaza, separuh dari jumlah penduduknya, diperkirakan menghadapi kekurangan makanan ekstrem. Di mana kelaparan dan kematian akan terjadi di dalam rumah tangga. Demikian laporan IPC.

Pada Kamis (14/03/2024), Kolonel Elad Goren dari COGAT mengatakan kepada awak media bahwa akses terhadap makanan stabil di bagian selatan dan tengah daerah kantong tersebut.

Sebelumnya pada akhir Februari 2024, Human Rights Watch telah membuka tabir baru bahwa Israel menghalangi penyediaan layanan dasar serta masuknya dan pendistribusian bahan bakar dan bantuan untuk menyelamatkan nyawa di Gaza. Dikatakan juga, hal tersebut merupakan "hukuman kolektif," yang dianggap sebagai kejahatan perang di bawah hukum kemanusiaan internasional.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia