Sabtu, 4 April 2026

Rusia Akan Bicarakan Kemerdekaan Palestina dengan Israel

Penulis : Antara
20 Jan 2011 | 14:10 WIB
BAGIKAN

AMAN-Moskow akan menggelar pembicaraan dengan Tel Aviv terkait isu kemerdekaan modern negara Palestina dengan ibukotanya Jerusalem Timur, kata Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Rabu (19/1).

"Tentunya kami akan berkonsultasi dengan rekan kami Israel terkait (isu itu)," kata Medvedev kepada wartawan dalam kunjungan ke Yordania

"Mustahil untuk menyelesaikan masalah Palestina tanpa berbicara dengan Israel, saya berencana untuk bertemu dengan Presiden Israel Shimon Peres di sela kunjungan forum ekonomi dunia di Davos pada 26-30 Januari," katanya.

Medvedev sebelumnya menegaskan kembali dukungan Rusia terhadap kemerdekaan negara Palestina dalam sebuah pertemuan dengan Raja Abdullah II di Yordania.

Kunjungan ke Yordania itu merupakan lanjutan dari pembicaraan pemimpin Rusia itu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Tepi Barat pada Selasa. Medvedev mengatakan kepada Abbas bahwa Uni Soviet telah mengakui negaranya pada 1988 dan posisi Rusia tidak berubah tentang pengakuan itu.

Medvedev mengulangi bahwa Rusia akan tetap menjadi salah satu pendukung upaya perdamaian Timur Tengah dan akan mempersiapkan rekomendasinya terhadap kuartet mediator internasional.

Empat pihak yang menjadi mediator tersebut adalah Rusia, Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa Bangsa, serta Uni Eropa. Mereka akan bertemu di Munich pada bulan depan untuk membicarakan masa depan upaya damai dan stabilitas di Timur Tengah.

Medvedev mengatakan hanya upaya bersama yang dapat membantu penyelesaian konflik antara Palestina - Israel, dan Rusia akan berkonsultasi dengan semua pihak yang terlibat dalam proses perdamaian itu.

"Dengan bergantung pada hasil konsultasi kami, maka kami akan menentukan cara untuk mendukung rekan kita Palestina," kata Presiden Rusia itu.

"Secara umum, kami siap untuk maju sejauh komunitas internasional memutuskan untuk memberi dukungan kepada Palestina yang berada di naungan PBB," kata Medvedev.

Upaya pembicaraan langsung antara Israel dan Palestina, yang dimulai kembali pada September setelah 20 bulan terhenti, kembali pupus pada Desember setelah Israel menolak penghentian pembangunan permukiman Yahudi di wilayah yang didudukinya Tepi Barat. (ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 18 menit yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 39 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 50 menit yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 1 jam yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 1 jam yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 1 jam yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia