Jumat, 15 Mei 2026

Menlu AS Tuduh China Berusaha Pengaruhi Pemilu AS

Penulis : Grace El Dora
27 Apr 2024 | 21:12 WIB
BAGIKAN
Presiden Xi Jinping (kanan) melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken (kiri) di Balai Agung Rakyat di Beijing, China pada Jumat (26/4/2024). (Foto: ANTARA/Xinhua)
Presiden Xi Jinping (kanan) melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken (kiri) di Balai Agung Rakyat di Beijing, China pada Jumat (26/4/2024). (Foto: ANTARA/Xinhua)

ISTANBUL, investor.id – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Antony Blinken menuduh pemerintah China berusaha memengaruhi Pemilihan Umum (Pemilu) AS mendatang. Blinken mengatakan Pemilu AS juga bisa dikatakan mengganggu proses tersebut.

“Kami telah melihat, secara umum, bukti adanya upaya untuk memengaruhi dan bisa dibilang campur tangan, dan kami ingin memastikan bahwa upaya tersebut dihentikan secepat mungkin,” ungkap Blinken, seperti dilaporkan kantor berita Turki Anadolu, Sabtu (27/4/2024).

Ia melontarkan hal ini di tengah wawancara dengan stasiun televisi CNN pada akhir kunjungannya selama tiga hari di China.

ADVERTISEMENT

Pada kunjungan tersebut, Blinken bertemu dengan Presiden China Xi Jinping serta sejumlah pejabat China untuk membahas sejumlah isu antara kedua negara seperti peraturan teknologi AS dan sikap China atas Rusia.

Pada diskusi dengan diskusinya dengan Xi, Blinken menyoroti peringatan dari Presiden AS Joe Biden sebelumnya agar tidak campur tangan dalam pemilu AS 2024.

"Campur tangan apa pun oleh China dalam pemilu kami adalah sesuatu yang kami perhatikan dengan sangat hati-hati dan sama sekali tidak dapat kami terima, jadi saya ingin memastikan mereka mendengar pesan itu lagi," sambungnya.

Pada pemilu 2018, mantan presiden AS Donald Trump juga menuduh China mencoba ikut campur dalam pemilu sela menyangkut perselisihan perdagangan dengan pemerintahannya.

Pemerintah China secara konsisten menekankan kebijakannya untuk tidak ikut campur dalam pemilu AS, dengan mengutip prinsip menghormati urusan dalam negeri negara lain.

Namun entitas yang terkait dengan China, termasuk mereka yang diduga memiliki kaitan dengan pemerintah China, telah menghadapi tuduhan campur tangan politik di negara-negara seperti Kanada.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia