Jumat, 15 Mei 2026

Negara G7 Bebas PLTU Batu Bara pada 2035

Penulis : Grace El Dora
30 Apr 2024 | 11:48 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara. (Foto: maniacvector on Freepik)
Ilustrasi batu bara. (Foto: maniacvector on Freepik)

ISTANBUL, investor.id – Para menteri energi kelompok G7 pada Senin (29/4) sepakat untuk menutup pembangkit listrik tenaga batu bara mereka paling lambat pada 2035. Ini diharapkan menjadi contoh global dalam memerangi krisis iklim.

Menteri Inggris di Departemen Keamanan Energi dan Net Zero Andrew Bowie menyampaikan hal ini di Turin, Italia yang merupakan lokasi pertemuan G7.

"Kami memiliki kesepakatan untuk menghentikan penggunaan batu bara secara bertahap pada paruh pertama 2030-an. Ini adalah perjanjian bersejarah, sesuatu yang tidak dapat kami capai pada COP28 di Dubai tahun lalu," ungkapnya, Selasa (30/4/2024). Andrew mengacu pada konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

ADVERTISEMENT

Kehadiran negara-negara G7 untuk menyampaikan sinyal tersebut kepada dunia dinilainya luar biasa.

“Bahwa kita, negara-negara maju, berkomitmen untuk menghentikan penggunaan batubara pada awal 2030-an. Sungguh luar biasa,” imbuhnya, seperti dikutip kantor berita Turki Anadolu.

Para menteri yang hadir akan merampungkan perjanjian tersebut hari ini, menurut Menteri Energi Italia Gilberto Pichetto Fratin.

Namun di pihak lain, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menolak membahas perjanjian yang dilaporkan tersebut.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden pekan lalu meluncurkan peraturan penting yang bertujuan mengurangi emisi berbahaya dari pembangkit listrik. Aturan itu mewajibkan fasilitas batu bara dan gas alam baru untuk mengurangi 90% polutan iklim pada 2032.

Peraturan tersebut diperkirakan akan mengurangi emisi karbon dioksida dari sektor tersebut sebesar 75%, dibandingkan tingkat emisi pada 2005. Aturanini akan berlaku jika Biden memenangi pemilihan kembali pada musim gugur ini.

Jika saingannya, Donald Trump, berhasil kembali ke Ruang Oval, maka mantan presiden tersebut telah berjanji mengakhiri program-program untuk melawan pemanasan global yang dia sebut sebagai "hoax".

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia